Talaga (KEMENAG) — Tiga siswa terbaik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka mengikuti babak pembuka ajang perhelatan bergengsi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Madrasah Aliyah di Laboratorium Komputer MAN 1 Majalengka, Senin (7/9/2026).
Kegiatan kompetisi ilmiah yang diselenggarakan untuk tingkat Kabupaten Majalengka ini menguji kemampuan akademik serta kedalaman nilai keagamaan para peserta, diawali dengan laga pertarungan pemikiran pada bidang studi Matematika.
Pada sesi pembuka tersebut, MAN 1 Majalengka mengutus tiga delegasi terbaiknya, yaitu Galang Hilmi Huga (Kelas XII-1), Azam Mustafani (Kelas XI-3), dan Nafisa Nailal Husna (Kelas X-1). Ketiganya mewakili komitmen madrasah dalam melahirkan generasi yang unggul secara akademis dan tangguh dalam berjuang.
Rangkaian ujian berlangsung tertib dan lancar mulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB. Dalam kurun waktu dua jam tersebut, para peserta diuji melalui 25 soal pilihan ganda berbobot tinggi. Tantangan utama kompetisi ini terletak pada substansi materi matematika yang terintegrasi secara holistik dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga menuntut peserta mengandalkan ketajaman kalkulasi, kecerdasan logika, serta pemahaman spiritual yang mendalam.

Guru Matematika MAN 1 Majalengka sekaligus pembimbing peserta, Hilda Salsabila, S.Pd., menyampaikan bahwa kompetisi ini menjadi sarana pembentukan karakter dan daya pikir kritis siswa.
“Keikutsertaan para delegasi dalam ajang OMI 2026 ini membawa harapan besar, bukan sekadar untuk merengkuh piala atau predikat juara semata, melainkan sebagai kawah candradimuka dalam menempa ketajaman nalar, resiliensi, dan keagungan karakter para siswa,” ujar Hilda di sela kegiatan.
Salah satu peserta delegasi MAN 1 Majalengka, Azam Mustafani, mengungkapkan rasa syukur dan kesannya seusai menyelesaikan ujian. Menurutnya, soal-soal yang diuji lumayan menantang karena menggabungkan logika matematika dengan konsep keagamaan, namun berkat bimbingan intensif dari guru pendamping, mereka dapat melaluinya dengan baik.
“Soal-soalnya cukup menantang dan membutuhkan ketelitian ekstra serta pemahaman yang mendalam. Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Hilda dan pihak madrasah yang telah sabar membimbing dan mendampingi kami dari awal hingga pelaksanaan ujian hari ini. Semoga usaha ini memberikan hasil terbaik untuk madrasah,” ungkap Azam.
Atmosfer kompetisi di laboratorium komputer berlangsung penuh ketenangan dan fokus tinggi hingga seluruh sesi ujian berakhir dengan lancar. Ke depan, hasil dari tahap ini akan menjadi dasar evaluasi serta pembinaan berkelanjutan bagi pengembangan bakat peserta didik di bidang sains terintegrasi agama.
Diharapkan, perjuangan para delegasi di panggung OMI 2026 ini tidak hanya melahirkan generasi cendekia yang berintegritas, tetapi juga menjadi pemantik inspirasi bagi seluruh civitas akademika MAN 1 Majalengka serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan dan layanan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar