Berita Daerah

Senyum di Pagi Hari, Guru Piket MTsN 2 Majalengka Bangun Budaya 5S

Jatiwangi (KEMENAG) — Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun (5S) menjadi bagian dari budaya yang terus dibangun di MTsN 2 Majalengka. Pada Kamis (10/9/2026), guru yang mendapat jadwal piket menyambut kedatangan siswa di lingkungan madrasah sekaligus memastikan kehadiran mereka sebelum mengikuti kegiatan pembelajaran.

Kegiatan penyambutan tersebut dilakukan secara bergiliran sesuai jadwal yang disusun oleh Bidang Kurikulum MTsN 2 Majalengka. Guru piket bertugas berada di titik yang telah ditentukan untuk menyambut siswa yang datang, memberikan sapaan, serta menciptakan suasana pagi yang ramah dan positif.

Bagi siswa, kebiasaan tersebut menjadi pengalaman sederhana yang dilakukan secara berulang setiap hari. Sapaan dan interaksi antara guru dengan siswa tidak hanya menciptakan kedekatan, tetapi juga menjadi pembiasaan agar siswa terbiasa menerapkan sikap sopan, santun, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Yayat Nurhidayat, S.Pd., menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting dalam memberikan contoh langsung kepada siswa melalui budaya 5S.

“Harapannya, guru bisa menjadi contoh dan model budaya 5S bagi siswa,” ujarnya.

MTsN 11 Majalengka Terima Kunjungan KPPN Kuningan untuk Monev Capaian Kinerja Satker Triwulan III 2026

Menurutnya, keteladanan menjadi bagian penting dalam membangun budaya madrasah. Ketika guru membiasakan diri menyapa, tersenyum, bersikap sopan, dan santun kepada siswa, nilai-nilai tersebut dapat dilihat dan ditiru oleh peserta didik dalam interaksi mereka sehari-hari.

Selain menyambut kedatangan siswa, guru piket juga memiliki tugas untuk memastikan kehadiran siswa pada hari tersebut. Kehadiran siswa menjadi salah satu hal yang dipantau sejak awal kegiatan madrasah sehingga guru dapat mengetahui kondisi kehadiran peserta didik dan memberikan tindak lanjut apabila terdapat siswa yang tidak hadir.

Dengan pelaksanaan piket secara terjadwal, fungsi pengawasan dan pembiasaan dapat berjalan bersamaan. Guru tidak hanya menjalankan tugas administratif terkait kehadiran, tetapi juga hadir langsung dalam membangun suasana madrasah yang hangat, tertib, dan penuh keteladanan.

Budaya menyambut siswa yang dilakukan setiap hari menjadi bagian dari pembiasaan positif di MTsN 2 Majalengka. Melalui keteladanan guru dan konsistensi pelaksanaannya, 5S diharapkan tidak berhenti sebagai kebiasaan di gerbang madrasah, tetapi tumbuh menjadi karakter yang diterapkan siswa dalam berinteraksi dengan guru, teman, dan seluruh warga madrasah.

Kepala Kemenag Majalengka Dorong Kepala Madrasah PUI Jadi Motor Peningkatan Mutu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *