Jatiwangi (KEMENAG) — Suasana Laboratorium Komputer MAN 3 Majalengka tampak lebih ramai dari biasanya, Senin (7/9/2026). Puluhan siswa dari berbagai Madrasah Aliyah (MA) di wilayah utara Kabupaten Majalengka hadir dengan semangat untuk mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026.
Berbeda dengan kompetisi yang digelar di ruang kelas atau gedung pertemuan, kali ini para peserta berhadapan dengan layar komputer. Jari-jari mereka berpacu menyelesaikan soal, sementara suasana laboratorium dijaga tetap tenang agar setiap peserta dapat berkonsentrasi menghadapi kompetisi.
MAN 3 Majalengka menjadi salah satu tempat pelaksanaan OMI tingkat Madrasah Aliyah se-Kabupaten Majalengka untuk wilayah utara. Ajang tersebut mempertemukan siswa-siswa terbaik dari sejumlah madrasah untuk menguji kemampuan mereka dalam bidang studi yang dilombakan.
Sejak pagi, peserta mulai berdatangan untuk melakukan pendaftaran ulang. Panitia kemudian memberikan pengarahan mengenai teknis pelaksanaan, termasuk tata cara mengerjakan soal berbasis komputer. Setelah seluruh peserta memahami petunjuk, kompetisi pun dimulai.
Satu per satu peserta memasuki Laboratorium Komputer MAN 3 Majalengka. Mereka kemudian menempati perangkat yang telah disiapkan dan mengikuti perlombaan sesuai bidang masing-masing.
Di balik suasana yang tenang, terlihat kesungguhan para peserta. Ada yang membaca soal dengan penuh perhatian, ada pula yang sesekali berhenti sejenak untuk memastikan jawabannya sebelum melanjutkan ke soal berikutnya.
Bagi sebagian peserta, OMI bukan sekadar ajang untuk mendapatkan juara. Kompetisi ini menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus merasakan pengalaman berkompetisi dengan siswa-siswa terbaik dari madrasah lain.
Wakil Kepala Bidang Akademik MAN 3 Majalengka, M. Nashrudin Falah, S.Pd.I., mengatakan bahwa pelaksanaan OMI menjadi momentum penting untuk memberikan ruang kepada siswa madrasah dalam mengembangkan kemampuan akademiknya.
“Alhamdulillah, pelaksanaan OMI di MAN 3 Majalengka berjalan lancar, aman, dan tanpa hambatan teknis yang mengganggu. Kami mengapresiasi semangat para peserta serta kerja keras seluruh panitia yang telah mempersiapkan sarana dan prasarana dengan optimal,” ujar Nashrudin.
Menurutnya, OMI juga memiliki arti penting dalam proses pencarian dan pembinaan siswa-siswa potensial. Peserta yang memperoleh hasil terbaik nantinya akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut sebagai persiapan untuk menghadapi tahapan kompetisi berikutnya.
“OMI bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman, dan membangun kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi,” tambahnya.
Pelaksanaan kompetisi yang berlangsung secara daring tersebut berjalan tertib dan lancar. Dukungan sarana komputer, kesiapan panitia, serta koordinasi dengan peserta menjadi bagian penting sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sesuai dengan agenda.
Bagi MAN 3 Majalengka, menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan OMI juga menjadi kesempatan untuk turut mendukung pengembangan prestasi siswa madrasah di Kabupaten Majalengka, khususnya wilayah utara.
Dari sebuah ruangan laboratorium komputer, semangat berprestasi itu tumbuh. Puluhan siswa datang membawa kemampuan dan harapan masing-masing. Mereka mungkin belum mengetahui siapa yang akan keluar sebagai juara, tetapi satu hal telah mereka buktikan: keberanian untuk berkompetisi merupakan bagian penting dari perjalanan menuju prestasi.
Melalui OMI, madrasah tidak hanya mencari siswa terbaik, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya generasi pembelajar yang berani mengukur kemampuan, siap menghadapi tantangan, dan terus berkembang untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar