Rajagaluh [KEMENAG] – MTsN 12 Majalengka kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam dunia pendidikan dengan menggelar kegiatan “Literasi Berantas Buta Huruf Latin” pada Selasa (4/8/2026). Program ini secara khusus menyasar peserta didik yang belum lancar membaca, sebagai langkah konkret dari pihak madrasah untuk mematangkan kemampuan akademik dasar siswa sejak dini.
Kegiatan bimbingan ini dirancang secara inklusif dan terarah, dilaksanakan khusus bagi siswa yang belum lancar dalam membaca. Menariknya, pembiasaan literasi ini diintegrasikan dan berjalan beriringan dengan rutinitas unggulan madrasah lainnya, yakni pembiasaan sholat Dhuha berjamaah serta program bilingual (dua bahasa): Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Integrasi ini menciptakan ekosistem belajar yang komprehensif, menggabungkan kecerdasan spiritual, linguistik, dan dasar intelektual sebelum kegiatan belajar mengajar utama di kelas dimulai.
Yeyet Mulyati, S.Pd., selaku pembina program pembiasaan literasi, menuturkan bahwa inisiatif ini membawa dampak yang sangat krusial bagi kemajuan siswa. “Pendapat saya selaku pembina program pembiasaan literasi yaitu berantas buta huruf latin di MTs Negeri 12 Majalengka, kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan dasar membaca dan menulis huruf latin bagi peserta didik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dengan pembiasaan yang dilakukan secara rutin, kemampuan literasi siswa terus menunjukkan perkembangan yang semakin baik dari waktu ke waktu.
Lebih lanjut, Yeyet membagikan kesan mendalamnya selama memantau dan membimbing langsung para siswa di lapangan. “Selama pelaksanaan program literasi ini, peserta didik menunjukkan semangat yang tinggi. Mereka lebih percaya diri dalam mengenal, membaca, dan menulis huruf latin,” ungkapnya bangga. Ia juga memberikan apresiasi atas sinergi luar biasa dari lingkungan madrasah. “Guru dan seluruh warga madrasah juga memberikan dukungan yang baik sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan tertib, kondusif, dan menyenangkan.”
Keberhasilan program ini tentu membutuhkan dukungan jangka panjang dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Yeyet menyampaikan harapan besarnya agar kebiasaan baik ini tidak berhenti di tengah jalan. “Harapannya yaitu, semoga program pembiasaan literasi berantas buta huruf latin ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan seluruh warga madrasah dan orang tua. Selain itu juga, diharapkan tidak ada lagi peserta didik yang mengalami kesulitan membaca dan menulis huruf latin, sehingga mereka mampu mengikuti pembelajaran dengan lebih baik,” tutupnya.
Langkah proaktif MTsN 12 Majalengka ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan sejatinya adalah merangkul setiap perbedaan kecepatan belajar tanpa membiarkan satu pun siswa tertinggal. Melalui dedikasi di pagi hari yang penuh berkah, madrasah tidak hanya sekadar mengajarkan susunan abjad, melainkan tengah merajut asa dan membuka jendela dunia bagi para siswanya. Upaya ini diharapkan terus mengukuhkan posisi MTsN 12 Majalengka sebagai lembaga pendidikan pencetak generasi cerdas yang tangguh, melek literasi, dan berakhlakul karimah.
Kontributor: Mohammad Rega Permana


Komentar