Rajagaluh (KEMENAG) — MAN 2 Majalengka kembali menggelar kegiatan Keputrian sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan berkala bagi seluruh siswi. Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 2 Majalengka pada Jumat (7/8/2026) ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan, serta membentuk karakter Islami peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, para siswi mendapatkan ruang edukasi untuk memperdalam pemahaman ajaran Islam sekaligus memperoleh bimbingan mengenai penerapan nilai-nilai keagamaan. Pembinaan tersebut dirancang untuk merangsang pembentukan kebiasaan positif dan akhlak mulia yang selaras dengan tuntunan agama.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembiasaan Salat Zuhur berjamaah yang diikuti oleh seluruh murid perempuan. Bertindak sebagai imam dalam kesempatan tersebut adalah Pembina Keagamaan MAN 2 Majalengka, Ade Holipah, S.Pd.
Dalam keterangannya, Ade Holipah menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga difokuskan pada internalisasi nilai dan pembentukan kedisiplinan ibadah.
“Melalui kegiatan Keputrian ini, kami berharap para siswi tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis tentang ajaran Islam, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin membiasakan murid untuk senantiasa menjaga akhlak, meningkatkan keimanan, serta memiliki kesadaran mandiri dalam menjalankan ibadah, termasuk Salat Zuhur berjamaah,” ujar Ade.
Ade menambahkan, konsistensi pelaksanaan program keagamaan secara rutin diharapkan membawa dampak jangka panjang bagi perkembangan mental dan spiritual peserta didik.
“Semoga pembiasaan ini dapat membentuk pribadi murid yang berakhlak mulia, disiplin dalam beribadah, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT,” imbuhnya.
Pelaksanaan kegiatan Keputrian ini menegaskan komitmen MAN 2 Majalengka dalam menghadirkan sistem pendidikan berkarakter yang seimbang antara pemahaman kognitif dan pengamalan praktis. Melalui program ini, para siswi diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai keislaman secara konsisten, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat luas.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar