Talaga (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka terus berkomitmen memperkuat pembinaan karakter, kedisiplinan, serta spiritualitas peserta didik di lingkungan madrasah. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Shalat Duha dan Tadarus Bersama yang dilaksanakan di Lapangan MTs Negeri 5 Majalengka pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 07.00 WIB tersebut diikuti secara khidmat oleh seluruh siswa dan siswi MTsN 5 Majalengka. Suasana religius tampak menyelimuti lapangan madrasah sejak pagi hari, saat para peserta didik dengan rapi membentuk barisan untuk memulai rangkaian ibadah sebelum jam pelajaran pertama dimulai.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama melantunkan Surat An-Nazi’at. Setelah pembacaan ayat suci usai, seluruh peserta didik melaksanakan Shalat Duha dengan penuh khusyuk.
Hadir sebagai narasumber, Atik Nurhaeni, S.Pd.I., memberikan ulasan dan ringkasan inti sari Surat An-Nazi’at kepada para siswa. Ia menjelaskan bahwa surat ini memuat pesan-pesan penting mengenai kekuasaan mutlak Allah SWT, kepastian datangnya hari kebangkitan, serta peringatan bagi manusia agar tidak menuruti hawa nafsu dan melampaui batas.
“Melalui tadarus Surat An-Nazi’at ini, kami ingin menanamkan kesadaran mendalam kepada para siswa akan pentingnya mengingat akhirat, memperbanyak amal saleh, dan membina akhlakul karimah sejak dini,” ujar Atik saat memberikan pembekalan.
Lebih lanjut, Atik menegaskan bahwa pembiasaan ibadah sunnah di pagi hari memiliki manfaat besar bagi perkembangan mental dan akademik siswa. Selain menenangkan pikiran sebelum menerima materi pelajaran, Shalat Duha dan tadarus juga melatih kedisiplinan serta mempererat hubungan spiritual antarpeserta didik.
“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan sarana pembentukan karakter agar anak-anak memiliki pondasi iman yang kuat di tengah era modernisasi,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah berencana menjadikan program Shalat Duha dan Tadarus Bersama ini sebagai agenda pembiasaan rutin yang dilaksanakan secara konsisten. Langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang cerdas secara intelektual sekaligus unggul dalam moralitas.
Melalui penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan madrasah, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan keagamaan serta mendukung komitmen Kementerian Agama dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkarakter, berintegritas, dan berdampak luas bagi masyarakat di Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Maula Devani


Komentar