Majalengka (KEMENAG)— Cahaya Ilahi (Nur Ilahi) yang merasuk ke dalam jiwa manusia memiliki daya ubah yang sangat kuat untuk menghancurkan segala bentuk kebatilan, kebiasaan maksiat, dan penyakit hati. Kehadiran cahaya tersebut menjadi modal utama bagi seorang hamba agar konsisten menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya.
Hal tersebut menjadi pokok bahasan utama yang disampaikan oleh Penyelenggara Zakat Wakaf Kantor Kemenag Majalengka, Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., dalam pembinaan mental melalui Kajian Kitab Al-Hikam yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Senin (3/8/2026).

Dalam paparan materinya, Ojun menjelaskan konsep al-wāridu (datangnya cahaya Ilahi) yang bersumber dari hadirat Allah Yang Mahamemaksa. Mengutip pesan Kitab Al-Hikam dan dalil Al-Qur’an, ia menekankan bahwa ketika Allah Swt. menancapkan cahaya-Nya ke dalam hati seorang hamba, tidak ada kebatilan yang mampu bertahan.
“Indikator masuknya cahaya Ilahi ke dalam hati ditandai dengan adanya perubahan perilaku yang nyata. Seseorang yang tadinya pengecut berubah menjadi pemberani, yang tamak menjadi zahid (sederhana), yang malas menjadi bersemangat, serta yang semula gemar bermaksiat berubah menjadi insan yang bertakwa,” ujar Ojun di hadapan para peserta kajian.
Lebih lanjut, Ojun mengingatkan bahaya sifat hubbud-dunya (cinta dunia berlebihan). Merujuk pada Hikmah ke-205, ia menegaskan bahwa Nur Ilahi tidak akan dapat masuk ke dalam hati yang masih dipenuhi dengan ambisi mengejar harta, tahta, dan popularitas duniawi. Ambisi duniawi yang berlebihan justru akan memalingkan cahaya tersebut dari hati manusia.

“Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya, Allah Swt. akan mencerai-beraikan urusannya dan membayang-bayanginya dengan kefakiran. Sebaliknya, jika seluruh ikhtiar dan niat ditujukan untuk melakoni perintah Allah demi bekal akhirat, maka Allah akan menghimpun urusannya, memberikan rasa cukup di dalam hati, serta mendatangkan kebaikan dunia tanpa harus dikejar secara berlebihan,” tambahnya.
Kegiatan rutin pembinaan mental ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., serta Kasubag TU Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag.
Selain jajaran pimpinan, acara ini juga diikuti secara khidmat oleh jajaran Kepala Seksi, Pengawas Madrasah, Pengawas PAI, serta seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kemenag dan Kantor Kemenhaj Kabupaten Majalengka.

Kajian interaktif yang berlangsung hangat ini ditutup dengan doa bersama. Melalui pembinaan mental yang konsisten ini, diharapkan seluruh jajaran pegawai Kemenag dan Kemenhaj Majalengka tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga memiliki integritas moral dan kematangan spiritual yang kokoh dalam melayani masyarakat.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar