Jatitujuh (KEMENAG) — MTsN 7 Majalengka membekali peserta didik dengan keterampilan teknologi digital melalui pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) pada mata pelajaran pilihan, Jumat (7/8/2026). Program ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mempersiapkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Pembelajaran dipandu oleh H. Agus Permana, S.Pd., dengan suasana yang aktif dan interaktif. Peserta didik memperoleh pengenalan konsep dasar koding, prinsip kerja kecerdasan artifisial, serta contoh penerapannya dalam mendukung proses pembelajaran dan penyelesaian berbagai permasalahan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta didik menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan mencoba memahami materi yang disampaikan. Selain meningkatkan kemampuan teknis, pembelajaran ini juga diarahkan untuk melatih kemampuan berpikir logis, kreatif, sistematis, dan pemecahan masalah.
Guru pembimbing, H. Agus Permana, mengatakan bahwa pengenalan koding dan AI penting diberikan sejak dini agar peserta didik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dan memanfaatkannya secara produktif.
“Pembelajaran koding dan AI kami arahkan agar peserta didik mengenal teknologi secara lebih dekat dan mampu memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif dan produktif. Yang paling menggembirakan adalah antusiasme mereka yang sangat tinggi. Rasa ingin tahu dan semangat untuk mencoba hal-hal baru menjadi modal penting dalam menghadapi perkembangan teknologi,” ujarnya.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MTsN 7 Majalengka, Teddy Hermansyah, S.Pd., menambahkan bahwa mata pelajaran pilihan koding dan AI merupakan bagian dari inovasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman.
“Madrasah perlu memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengenal dan mengembangkan kompetensi digital. Koding dan AI bukan sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi menjadi keterampilan yang perlu dikenalkan agar mereka mampu menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter. Oleh karena itu, pemanfaatan kecerdasan artifisial di lingkungan madrasah diarahkan secara bijaksana, kreatif, bertanggung jawab, serta tetap berlandaskan nilai-nilai pendidikan dan etika.
Melalui pembelajaran ini, MTsN 7 Majalengka terus mendorong tumbuhnya budaya literasi digital di lingkungan madrasah. Sebagai tindak lanjut, pengembangan kompetensi koding dan AI akan dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pembelajaran yang inovatif dan kolaboratif sehingga peserta didik semakin siap menghadapi tantangan era digital.
Madrasah berharap program ini dapat melahirkan generasi yang cakap digital, kreatif, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif untuk meningkatkan prestasi akademik maupun mengembangkan potensi diri. Upaya tersebut juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Kontributor: Suratman


Komentar