Rajagaluh (KEMENAG) — Siswa, guru, serta tenaga kependidikan laki-laki MAN 2 Majalengka melaksanakan ibadah Salat Jumat berjemaah di Masjid Nurul Ilmi MAN 2 Majalengka pada Jumat (7/8/2026). Kegiatan keagamaan rutin ini menjadi salah satu ikhtiar strategis madrasah dalam memperkuat keimanan dan ketakwaan, mempererat ukhuwah islamiah, sekaligus membentuk karakter religius di lingkungan pendidikan.
Bertindak sebagai khotib pada kesempatan tersebut, H. Enday Hidayat, S.Ag. Dalam uraian khutbahnya, Enday menegaskan bahwa bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan sebagaimana anggapan keliru yang kerap beredar. Sebaliknya, bulan Safar justru harus dijadikan momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. melalui peningkatan kualitas ibadah dan amal saleh.
Secara khusus, Enday menggarisbawahi pentingnya menjaga kesucian niat dan keikhlasan dalam setiap melakukan kebaikan. Menurutnya, seluruh amal ibadah hendaknya ditujukan semata-mata demi mengharapkan rida Allah Swt., bukan untuk dipamerkan (riya) ataupun mengejar pujian manusia.
“Orang yang benar-benar ikhlas tidak merasa perlu menunjukkan amalnya kepada orang lain. Sebaliknya, kebiasaan memamerkan amal justru dapat mengikis nilai keikhlasan tersebut di hadapan Allah Swt.,” ujar Enday di hadapan ratusan jemaah.
Lebih lanjut, ia mengimbau jemaah untuk senantiasa memperbanyak kebajikan kepada sesama dengan niat yang tulus. Setiap kesempatan untuk berbuat baik, menurutnya, harus dimaknai sebagai bentuk anugerah dan pertolongan dari Allah Swt., bukan lantaran kehebatan atau kemampuan diri sendiri. Atas dasar itu, setiap muslim dituntut untuk tetap rendah hati dan senantiasa bersyukur.
Menjelang akhir khutbah, Enday memaparkan filosofi bulan Safar yang sering diartikan secara harfiah sebagai “bulan kosong”. Makna tersebut, lanjutnya, relevan dijadikan bahan refleksi untuk mengosongkan hati dari pelbagai sifat tercela—seperti sombong, riya, dan dahaga akan pujian—lalu mengisinya kembali dengan keikhlasan, ketakwaan, serta semangat beramal saleh.
Melalui agenda Salat Jumat rutin ini, MAN 2 Majalengka berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai keagamaan secara konsisten. Seluruh warga madrasah diharapkan tidak hanya menyerap pesan khutbah secara teoretis, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui perbaikan niat beribadah, peningkatan takwa, serta menjadi pribadi yang rendah hati dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Kontributor: Reni Tania Nurmala


Komentar