Jatiwangi (KEMENAG) — MAN 3 Majalengka memanfaatkan platform digital Kahoot dalam pembelajaran Bahasa Inggris bagi siswa kelas XII A di Ruang Belajar Bersama (RBB), Jumat (7/8/2026). Inovasi tersebut menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik.
Pembelajaran diawali dengan penyampaian materi menggunakan e-book. Setelah itu, siswa mengikuti evaluasi berbasis gim melalui Kahoot untuk mengukur pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.
Suasana kelas berubah lebih dinamis ketika sesi kuis dimulai. Siswa berkompetisi menjawab setiap soal melalui gawai masing-masing dengan antusias, sementara hasil penilaian ditampilkan secara langsung sehingga proses evaluasi berlangsung cepat dan transparan.
Guru Bahasa Inggris MAN 3 Majalengka, Iis Apriani, S.Pd., mengatakan bahwa pemanfaatan Kahoot menjadi salah satu strategi pembelajaran untuk menjaga konsentrasi siswa, terutama pada jam pelajaran setelah salat Jumat.
“Pembelajaran setelah salat Jumat sering kali diwarnai menurunnya konsentrasi siswa. Melalui Kahoot, suasana kelas menjadi lebih aktif. Siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran karena materi disampaikan melalui gim edukatif,” ujarnya.
Menurut Iis, metode tersebut tidak hanya meningkatkan partisipasi siswa, tetapi juga memudahkan guru mengetahui tingkat penguasaan materi secara langsung melalui hasil evaluasi digital.
Penerapan media pembelajaran berbasis teknologi ini merupakan bagian dari upaya MAN 3 Majalengka menghadirkan proses belajar yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Selain memperkuat kompetensi akademik, pembelajaran interaktif juga mendorong peserta didik untuk belajar secara mandiri, aktif berkolaborasi, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dalam mendukung prestasi.
Melalui inovasi tersebut, MAN 3 Majalengka terus memperkuat ikhtiarnya mewujudkan peserta didik yang berperilaku islami, berjiwa mandiri, dan berprestasi. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter serta daya saing generasi muda.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar