Berita Daerah
Beranda » Berita » KKMI 7 Majalengka Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, Plt. Kasi Penmad Tekankan Pentingnya Kesadaran Berilmu

KKMI 7 Majalengka Gelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, Plt. Kasi Penmad Tekankan Pentingnya Kesadaran Berilmu

Sindang (KEMENAG) – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) 7 Majalengka menyelenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang bertempat di Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka yang diwakili oleh Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), H. Ade Firmansyah, S.Sos.I., M.Pd.I.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Pokjawas Madrasah, Drs. H. Yudi Jaenudin, M.Pd., serta Ketua KKMI 7 Majalengka, Hanhan Abdul Rohim, S.Pd., beserta puluhan peserta dari berbagai madrasah.

Dalam sambutannya, H. Ade Firmansyah menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Kantor Kemenag Majalengka yang berhalangan hadir secara langsung. Mengingat suasana bulan Syawal, ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh jajaran pendidik yang hadir.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KKMI 7 Majalengka atas inisiatif penyelenggaraan workshop ini. Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar metode instruksional, melainkan pendekatan hati dalam mendidik generasi bangsa,” ujar Ade dalam arahannya.

Poin menarik yang ditekankan oleh Plt. Kasi Penmad adalah mengenai filosofi pengetahuan menurut Imam Al-Ghazali. Ia mengingatkan para guru untuk merefleksikan diri ke dalam empat golongan manusia agar dapat menjadi pendidik yang tepat bagi siswa.

Perkuat Sinergitas, Kepala Kemenag Majalengka Temui Kapolres

“Dalam dunia pendidikan, kita harus memahami di mana posisi kita. Imam Al-Ghazali membagi manusia dalam empat golongan. Pertama, Rojulun yadri wa yadri annahu yadri, yakni orang yang tahu dan sadar akan ilmunya; inilah sosok guru yang ideal. Kedua, Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri ada yang tahu tapi tidak sadar akan potensinya, ini yang perlu kita rangkul,” jelas Ade.

Ia melanjutkan, golongan ketiga adalah Rojulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri mereka yang tidak tahu namun sadar akan ketidaktahuannya, sehingga mereka mau belajar.

“Yang paling berbahaya adalah golongan keempat, Rojulun laa yadri wa laa yadri annahu laa yadri. Orang yang tidak tahu, namun merasa paling tahu. Jangan sampai kita sebagai pendidik terjebak dalam rasa sombong dan menutup diri dari kebenaran serta inovasi,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Ade berharap workshop ini mampu memperkuat sinergi dan kebersamaan antar madrasah di lingkungan KKMI 7.

“Mari bangun kerja sama yang kuat. Dengan mengucapkan Bismillah, Workshop Kurikulum Berbasis Cinta ini secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.

Kepala Kemenag Majalengka Terima Kunjungan BAZNAS, Perkuat Kolaborasi Program Keumatan

Kegiatan workshop ini menghadirkan dua narasumber kompeten. H. Yudi Jaenudin dari Pokjawas memaparkan materi mengenai Desain Modul Ajar dan optimalisasi Platform Merdeka Mengajar (PMM). Sementara itu, Hj. Masnah, S.Ag., M.Pd.I., memandu sesi praktik analisis Capaian Pembelajaran (CP) serta penyusunan Tujuan Pembelajaran (TP) yang selaras dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta.

Melalui kegiatan ini, KKMI 7 Majalengka berkomitmen untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan madrasah yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman empati dan kasih sayang dalam proses belajar mengajar.

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *