Majalengka – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan sosialisasi Program SIGAP dan ASIK di lingkungan madrasah, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para kepala madrasah dari jenjang MI, MTs, hingga MA di bawah naungan Kemenag Majalengka.Hadir dalam kegiatan tersebut Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., serta Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, H. Ade Firmansyah, M.Pd.I., yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan program zakat di lingkungan pendidikan madrasah.
Perwakilan BAZNAS, H. Embed, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa BAZNAS lahir dari rahim Kementerian Agama, sehingga sinergi antara BAZNAS dan Kemenag harus terus diperkuat. Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi yang telah terjalin selama ini menunjukkan hasil positif, ditandai dengan meningkatnya penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, khususnya dari zakat profesi.

“Melalui program SIGAP dan ASIK, kami optimis penghimpunan dana akan semakin meningkat, baik dari kalangan pegawai maupun siswa-siswi di lingkungan madrasah,” ujarnya.
Program SIGAP (Sedekah, Infak, Generasi Anak Peduli) ditujukan bagi siswa-siswi sebagai upaya menanamkan kepedulian sosial sejak dini. Sementara itu, program ASIK (Sedekah Infak Karyawan) menyasar ASN dan pegawai di lingkungan Kemenag sebagai bentuk kontribusi nyata dalam penguatan ekonomi umat.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim, dalam arahannya menekankan bahwa program ini selaras dengan tema Muharram 1448 H, yaitu “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat.” Ia menegaskan bahwa ibadah tidak boleh berhenti pada aspek personal semata, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

“Ibadah itu tidak hanya shalat dan ritual pribadi, tetapi juga kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan kelompok rentan sebagaimana pesan dalam Surat Al-Ma’un. Ibadah harus melahirkan kemaslahatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa program SIGAP dan ASIK harus mampu memberikan manfaat nyata, khususnya bagi madrasah dan masyarakat luas. Menurutnya, membangun kemaslahatan umat dapat dimulai dari penguatan zakat, infak, dan sedekah.
“Program SIGAP ini akan kembali manfaatnya ke madrasah. Dari zakat yang kita keluarkan, akan lahir keberkahan. Penghasilan kita menjadi bersih dari hak orang lain, sehingga nafkah yang diberikan kepada keluarga akan berdampak baik dan melahirkan generasi yang saleh dan salehah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukanlah paksaan, melainkan harus tumbuh dari kesadaran dan keikhlasan.

Melalui implementasi program SIGAP dan ASIK, diharapkan akan lahir desa zakat, kecamatan zakat, hingga kampung zakat di Kabupaten Majalengka. Kemenag Majalengka diharapkan menjadi lokomotif dalam menggerakkan gerakan ini menuju terwujudnya Majalengka sebagai kabupaten zakat.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS dan Kemenag dalam mengoptimalkan potensi zakat demi kesejahteraan umat.
Kontributor : Taupik Hidayat


Komentar