Jatiwangi (KEMENAG) – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti lingkungan MTsN 10 Majalengka pada Kamis (11/6/2026). Madrasah Tsanawiyah Negeri yang berlokasi di Desa Burujulwetan Kecamatan Jatiwangi ini sukses menggelar acara Tasyakuran Kelulusan bagi peserta didik kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026. Acara tersebut digelar sebagai bentuk ungkapan syukur atas capaian luar biasa, di mana seluruh siswa kelas IX dinyatakan lulus 100 persen.
Acara yang berlangsung tertib dan khidmat ini dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah, jajaran guru, staf Tata Usaha (TU), Ketua Komite Madrasah, Kepala Desa Burujul Wetan, serta para orang tua atau wali siswa yang setia mendampingi putra-putri mereka.
Pembukaan yang Khidmat
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Kementerian Agama, yang kemudian disusul dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara fasih oleh perwakilan siswa.
Kepala MTsN 10 Majalengka, H. Dadang, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara secara resmi menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas kelulusan mutlak yang diraih tahun ini. Ia menekankan pentingnya integrasi ilmu formal dan karakter religius yang selama ini ditempa di madrasah.

“Kelulusan 100 persen ini bukan akhir, melainkan gerbang awal menuju perjuangan yang lebih besar. Kami berharap bekal ilmu agama dan ilmu umum yang didapatkan di MTsN 10 Majalengka ini bisa menjadi pondasi kuat, benteng moral, serta kompas bagi masa depan para siswa di tengah perkembangan zaman,” ujar Dadang.
Senada dengan Kepala Madrasah, Ketua Komite MTsN 10 Majalengka, Drs. Enceng Husaeni, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga pendidik atas dedikasi mereka, sekaligus mengingatkan para orang tua untuk terus mengawal pendidikan anak-anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Kepala Madrasah dan seluruh jajaran guru yang tanpa lelah mendidik anak-anak kami. Kepada para orang tua, mari kita jaga amanah ini. Tugas kita belum selesai; pastikan putra-putri kita melanjutkan ke jenjang SMA, MA, atau yang sederajat demi masa depan mereka yang gemilang,” tutur Enceng.
Apresiasi dan dukungan juga datang dari Pemerintah Desa setempat. Kepala Desa Burujul Wetan, Drs. H. Otong Solihin, yang turut hadir memberikan sambutan, menyatakan kebanggaannya atas prestasi yang ditorehkan oleh institusi pendidikan yang berada di wilayahnya tersebut.
“Prestasi kelulusan 100 persen ini merupakan kebanggaan besar, tidak hanya bagi madrasah, tetapi juga bagi masyarakat Desa Burujul Wetan. Kami dari pemerintah desa akan selalu mendukung program-program pendidikan seperti ini. Semoga anak-anak kita ini kelak menjadi generasi penerus yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi bangsa dan agama,” tegas Otong.
Isak Tangis di Momen Sungkeman dan Unjuk Seni
Memasuki agenda berikutnya, suasana penuh haru menyelimuti area madrasah saat prosesi sungkeman dimulai. Isak tangis bahagia dan haru pecah ketika siswa kelas IX bersimpuh di hadapan orang tua mereka untuk memohon maaf dan doa restu, didampingi oleh para guru yang selama tiga tahun ini menjadi orang tua kedua mereka di sekolah.

Untuk mencairkan suasana, acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video dokumenter yang merangkum perjalanan suka duka siswa selama belajar di madrasah. Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan pembacaan puisi dari perwakilan kelas VIII, serta suguhan tari Ratoh Jaroe yang dibawakan secara kompak dan energik oleh kolaborasi siswa kelas VII dan VIII. Sebelum memasuki inti pelepasan, disampaikan pula pesan dan kesan dari perwakilan siswa kelas IX yang menyentuh hati.
Prosesi Pelepasan dan Apresiasi Siswa Berprestasi
Prosesi pelepasan ditandai secara simbolis lewat penanggalan atribut madrasah oleh Kepala Madrasah, diiringi penampilan apik dari grup vokal Masagi yang membawakan lagu dengan penuh penghayatan. Pada momen emosional ini, madrasah juga memberikan penghargaan khusus bagi juara kelas IX (dari kelas A, B, C, dan D), siswa terfavorit, serta kategori kelas terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kompetisi positif selama masa sekolah.

Setelah persembahan lagu Hymne Madrasah dan lagu populer Pergilah Kasih oleh Paduan Suara Masagi, acara memasuki puncaknya, yaitu pengalungan medali kelulusan kepada seluruh siswa kelas IX oleh Kepala Madrasah, Ketua Komite, dan para Wali Kelas.
Rangkaian acara tasyakuran yang berjalan sukses ini diakhiri dengan sesi foto bersama per kelas serta prosesi mushofahah atau bersalam-salaman saling bermaafan antara guru, orang tua, dan seluruh siswa yang diselimuti rasa kekeluargaan yang erat.
Kontributor : Tri Puji Lestari


Komentar