Berita Kemenag DWP Kemenag
Beranda » Berita » Ketua DWP Kemenag Majalengka Tekankan Enam Strategi Pendekatan Mendidik Generasi Z

Ketua DWP Kemenag Majalengka Tekankan Enam Strategi Pendekatan Mendidik Generasi Z

Majalengka (KEMENAG) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka kembali menggelar pertemuan rutin bulanan pada Selasa (9/6/2026) pagi. Acara yang berfokus pada pembinaan dan silaturahmi antaranggota tersebut dilaksanakan dengan khidmat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka sekaligus Ketua DWP Kemenag Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., beserta jajaran pengurus inti dan puluhan anggota DWP dari berbagai unsur, termasuk jajaran dari KUA dan madrasah se-Kabupaten Majalengka.

Dalam pengarahannya, Euis Damayanti memberikan sorotan khusus mengenai tantangan pengasuhan anak di era modern. Ia mengangkat tema krusial mengenai metode dan pendekatan psikologis yang tepat dalam mendidik Anak Generasi Z (Gen Z), yakni anak-anak yang lahir dalam rentang tahun 1996 hingga 2010.

“Mendidik anak-anak Generasi Z hari ini menuntut kehati-hatian yang luar biasa dari kita sebagai orang tua. Pendekatan lisan dan pola asuh tidak bisa lagi disamakan dengan mengukur standar masa lalu atau zaman kita dahulu,” ujar Euis di hadapan para anggota DWP.

Euis menjelaskan bahwa Gen Z tumbuh di lingkungan dengan perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi yang jauh berbeda. Oleh karena itu, ia memaparkan enam poin strategi utama berdasarkan pendekatan psikologi modern dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang dapat diimplementasikan oleh para orang tua, antara lain:

MAN 3 Majalengka Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Ekoteologi, Siswa Antusias Ikuti Praktik Langsung

  1. Membangun Komunikasi Dua Arah: Orang tua diimbau tidak lagi mendikte, melainkan lebih banyak mendengar dan membuka ruang diskusi yang setara dengan anak.
  2. Fokus pada Logika dan Fleksibilitas: Setiap larangan atau aturan yang diberikan kepada anak harus disertai alasan logis yang dapat diterima nalar mereka, serta bersifat adaptif selama tidak melanggar syariat agama.
  3. Mendampingi Penggunaan Teknologi: Melakukan pengawasan dan pemeriksaan gawai (gadget) secara bijak, khususnya bagi anak-anak yang masih di bawah umur.
  4. Metode Learning by Doing: Mengajarkan nilai-nilai kehidupan bukan sekadar melalui kata-kata atau nasihat teori, melainkan lewat keteladan tindakan nyata sehari-hari.
  5. Mendukung Minat Kreatif Anak: Menghargai dan memfasilitas potensi anak di bidang yang mereka minati, tanpa memaksakan kehendak atau ambisi pribadi orang tua.
  6. Menanamkan Nilai Moral dan Agama: Menjadikan pondasi moral dan kaidah agama sebagai benteng utama yang harus terus-menerus diingatkan sejak dini hingga anak menginjak dewasa.

Di akhir sambutannya, Ketua DWP menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pengurus dan anggota yang tetap berkomitmen untuk hadir dan aktif menggerakkan roda organisasi. Ia berharap pembekalan parenting ini dapat menjadi bahan renungan yang bermanfaat bagi ketahanan keluarga besar Kemenag Majalengka.

Acara rutin tersebut kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab, doa bersama, dan ramah tamah antarjajaran pengurus beserta anggota DWP Kemenag Majalengka.

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

  1. Isal berkata:

    Langkah DWP cermin bagi karyawan kemenag kab majalengka.
    Programnya hrs bersentuhan dg masyarakat luas

  2. Endang Mu min berkata:

    InysaAllah akan kami sampaikan ke Ketua DWP. Terima kasih atas masukannya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *