Ligung (KEMENAG) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ligung, H. Wahyudin, M.A., mengajak seluruh pegawai KUA Ligung untuk membiasakan melaksanakan Salat Zuhur berjamaah sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai spiritual dalam mendukung pelayanan publik yang profesional. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) di Mushala Koramil 1713/Ligung dan diikuti oleh seluruh aparatur KUA Ligung.
Dalam arahannya, Wahyudin menyampaikan bahwa waktu Zuhur yang bertepatan dengan waktu istirahat merupakan momentum yang tepat untuk melaksanakan ibadah secara berjamaah. Menurutnya, membiasakan salat di awal waktu merupakan salah satu bentuk kedisiplinan yang harus dimiliki oleh setiap aparatur sipil negara, terlebih bagi insan Kementerian Agama yang mengemban amanah pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
“Selain karena waktu Zuhur merupakan waktu istirahat, salat pada awal waktu, terlebih dilaksanakan secara berjamaah, memiliki keutamaan yang sangat besar. Kebiasaan baik ini perlu terus kita bangun agar menjadi budaya kerja di lingkungan KUA Ligung,” ujar Wahyudin.
Kepala KUA yang dikenal istiqamah melaksanakan puasa sunah Senin dan Kamis tersebut juga menegaskan bahwa kualitas pelayanan kepada masyarakat harus dibangun di atas fondasi spiritual yang kuat. Menurutnya, kesalehan sosial tidak akan terwujud tanpa diawali dengan kesalehan pribadi para pelayan masyarakat.
“Kesalehan sosial harus dibentuk dari para pelayan masyarakat terlebih dahulu. Ketika aparatur memiliki kedisiplinan dalam beribadah, menjaga akhlak, dan menguatkan integritas, maka pelayanan kepada masyarakat akan semakin berkualitas, humanis, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Pelaksanaan Salat Zuhur berjamaah tersebut mendapat sambutan positif dari seluruh pegawai KUA Ligung. Mereka berkomitmen menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin dalam rangka membangun budaya kerja yang religius, disiplin, dan penuh kebersamaan.
Penyuluh Agama Islam KUA Ligung, Akung Maskuri, mengapresiasi inisiatif Kepala KUA yang dinilainya mampu memperkuat ukhuwah sekaligus meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Ini merupakan langkah yang sangat baik dan sudah selayaknya kita laksanakan bersama. Salat berjamaah tidak hanya memberikan keutamaan dari sisi ibadah, tetapi juga mempererat kebersamaan, kekompakan, dan semangat melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan,” ungkapnya.
Melalui pembiasaan Salat Zuhur berjamaah, KUA Kecamatan Ligung berharap nilai-nilai religius tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan pribadi setiap pegawai, tetapi juga menjadi budaya organisasi yang mampu memperkuat profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Kontributor : Maman Sulaeman


Komentar