Jatiwangi (KEMENAG) — Berbelanja di kantin MAN 3 Majalengka kini tidak lagi bergantung pada uang tunai. Seluruh transaksi di kantin madrasah dapat dilakukan melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sebuah inovasi yang memudahkan penjual dan pembeli sekaligus memperkuat literasi keuangan digital di lingkungan madrasah.
Penerapan QRIS diawali dengan sosialisasi dan pendampingan kepada seluruh pengelola kantin. Mereka dibekali cara mendaftarkan akun, menggunakan kode QR, hingga melakukan simulasi transaksi agar layanan pembayaran digital dapat langsung diterapkan kepada warga madrasah.
Dengan sistem ini, siswa, guru, dan tenaga kependidikan cukup memindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran digital yang dimiliki. Proses transaksi berlangsung dalam hitungan detik tanpa harus menyiapkan uang pas ataupun menunggu uang kembalian.
Bagi para pedagang, kehadiran QRIS juga membawa kemudahan. Seluruh transaksi tercatat secara otomatis sehingga lebih mudah dipantau, sementara risiko kesalahan dalam menghitung uang, menerima uang rusak, maupun uang palsu dapat diminimalkan.
Koordinator Kantin MAN 3 Majalengka, Heni Supartini, S.S., mengatakan bahwa penerapan QRIS merupakan langkah nyata madrasah dalam menghadirkan layanan yang lebih modern sekaligus membiasakan warga madrasah beradaptasi dengan perkembangan teknologi keuangan.
“QRIS bukan sekadar pilihan metode pembayaran, tetapi juga sarana edukasi bagi peserta didik agar terbiasa menggunakan transaksi digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Di sisi lain, para pedagang juga memperoleh kemudahan karena transaksi menjadi lebih praktis dan tercatat dengan baik,” ujar Heni saat ditemui di kantin pada Kamis (6/8/2026).
Menurut Heni, digitalisasi kantin merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang selaras dengan perkembangan zaman. Melalui pengalaman bertransaksi secara langsung, peserta didik tidak hanya memperoleh kemudahan, tetapi juga belajar mengenal sistem pembayaran digital yang kini semakin banyak digunakan di masyarakat.
Setelah seluruh pengelola kantin memiliki akun QRIS, madrasah akan melakukan pendampingan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan layanan berjalan optimal. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun budaya transaksi yang lebih efisien, aman, dan nyaman bagi seluruh warga madrasah.
Penerapan QRIS menjadikan MAN 3 Majalengka tidak hanya menghadirkan inovasi dalam layanan kantin, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang relevan dengan kebutuhan era digital. Melalui inovasi sederhana yang menyentuh aktivitas sehari-hari, madrasah terus mendorong tumbuhnya budaya adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan peserta didik.
Kontroibutor : Firman Saefatullah


Komentar