Berita Kemenag

Kakan Kemenag Majalengka: Ziarah Pahlawan Momentum Meneladani Perjuangan dan Menjaga Persatuan

Majalengka (KEMENAG) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., menegaskan bahwa ziarah ke makam pahlawan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenang jasa para pejuang sekaligus meneladani nilai keikhlasan, persatuan, pendidikan, dan pengabdian kepada bangsa.

“KH. Abdul Halim dan KH. Abdul Chalim telah mewariskan teladan perjuangan yang sangat berharga. Semangat dakwah, pendidikan, kemandirian, persatuan umat, dan kecintaan mereka terhadap tanah air harus terus kita hidupkan dalam pengabdian sesuai bidang masing-masing,” ujar Euis saat mengikuti ziarah ke Makam Pahlawan Nasional KH. Abdul Halim di kompleks Pondok Mufidah Santi Asromo, Desa Pasirayu, Kecamatan Sindang, Minggu (16/8/2026).

Menurut Euis, pelaksanaan ziarah menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dirasakan saat ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa.

“Sebagai generasi penerus, tugas kita bukan hanya mengenang, tetapi juga melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan menjaga kerukunan, memperkuat moderasi beragama, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dikolaborasikan dengan agenda Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Peringati Hari Santri 2026, MTsN 9 Majalengka Gelar Upacara Khidmat dan Gaungkan Peran Santri untuk Indonesia Emas

Ziarah dihadiri Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M.; Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka, Aeron Randi, A.P., M.P.; jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I.; Kasubag TU Kemenag Majalengka Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag beserta jajaran Kepala Seksi, para pejabat instansi vertikal; kepala organisasi perangkat daerah; Ketua TP PKK dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Majalengka; Camat Sindang beserta Forkopimcam; Kepala KUA Kecamatan Sindang; jajaran tokoh Persatuan Umat Islam (PUI); pengurus PD PUI Majalengka; tokoh masyarakat; serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan tersebut juga diikuti para santri, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan di lingkungan Pondok Mufidah Santi Asromo.

Mengenang Perjalanan Perjuangan KH. Abdul Halim

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Ketua Yayasan KH. Abdul Halim, H. Ido Nurzaini Aziz, S.E., M.M., yang membacakan riwayat singkat perjuangan KH. Abdul Halim.

Atas nama keluarga besar, Ido menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta ziarah. Ia menilai kehadiran para pejabat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi tambahan semangat bagi keluarga besar untuk melanjutkan amanah perjuangan KH. Abdul Halim.

Kasubag TU Ajak Pramuka MTsN 10 Majalengka Jaga Alam dan Bangun Karakter Positif

“Izinkan saya mewakili keluarga besar KH. Abdul Halim mengucapkan selamat datang, ahlan wa sahlan wa marhaban, di kompleks pemakaman keluarga sekaligus Pondok Mufidah Santi Asromo. Kehadiran Bapak dan Ibu untuk bersama-sama mendoakan almaghfurlah menjadi penambah energi bagi kami dalam melanjutkan amanah yang telah beliau wasiatkan,” tuturnya.

KH. Abdul Halim memiliki nama kecil Mohamad Sjatari. Ia lahir di Desa Sutawangi, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, pada Sabtu Pon, 25 Syawal 1304 Hijriah atau 17 Juni 1887.

Sejak kecil, Mohamad Sjatari telah mempelajari berbagai bidang keilmuan, terutama ilmu agama dan kemandirian. Pendidikan pesantrennya ditempuh di sejumlah daerah, antara lain Leuwimunding, Cirebon, Kuningan, dan Pekalongan.

Pada 1908, ia menunaikan ibadah haji sekaligus bermukim di Makkah untuk memperdalam ilmu agama. Di antara ulama yang menjadi gurunya ialah Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Syekh Mahfudz Termas, Syekh Said Yamani, dan Syekh Masduki Lasem.

Sekembalinya ke Tanah Air pada 1911, ia memperoleh nama Abdul Halim dari gurunya. Perjuangannya kemudian berkembang melalui berbagai gerakan pendidikan, sosial, keagamaan, dan kebangsaan.

Perkuat Tata Kelola BMN dan Keprotokolan, MTsN 5 Majalengka Terima Pendampingan Tim Pusat

Pada 29 April 1945, KH. Abdul Halim ditunjuk menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bersama tokoh-tokoh bangsa lainnya. Setelah Indonesia merdeka, ia juga menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan Konstituante.

KH. Abdul Halim wafat pada 7 Mei 1962 dan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Pondok Mufidah Santi Asromo. Atas jasa dan perjuangannya, pemerintah menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama pada 1992 dan gelar Pahlawan Nasional pada 2008.

Ido menggambarkan KH. Abdul Halim sebagai tokoh yang mencintai persatuan umat, mengedepankan akhlak, serta berjuang mencerdaskan dan membangun kemandirian masyarakat melalui pendidikan dan kegiatan sosial.

“Melalui momentum ziarah ini, mari kita meneladani KH. Abdul Halim dalam merajut, memelihara, dan menjaga persatuan umat serta membawa masyarakat menuju kehidupan yang cerdas dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Bupati Ajak Masyarakat Mengisi Kemerdekaan

Bupati Majalengka, Eman Suherman dalam sambutannya mengatakan bahwa ziarah merupakan wujud penghormatan yang mendalam terhadap jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, KH. Abdul Halim telah memberikan teladan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak selalu dilakukan dengan mengangkat senjata. Perjuangan juga ditempuh melalui pendidikan, dakwah, pembinaan umat, serta penguatan persatuan masyarakat.

“Gelar Pahlawan Nasional yang dianugerahkan kepada beliau merupakan bukti pengakuan negara atas dedikasi dan keikhlasan perjuangannya,” kata Eman.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum refleksi dan kebangkitan bersama. Tantangan generasi saat ini bukan lagi berperang di medan pertempuran, melainkan mengatasi kemiskinan, meningkatkan mutu pendidikan dan derajat kesehatan, serta menghadapi berbagai tantangan global.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui pengabdian yang tulus di bidang masing-masing untuk mewujudkan visi Majalengka Langkung Sae,” tuturnya.

Eman mencontohkan, guru dapat berjuang dengan mendidik generasi penerus, petani menjaga ketahanan pangan, tenaga kesehatan melayani masyarakat dengan sepenuh hati, sedangkan aparatur pemerintah memberikan pelayanan publik yang prima, adil, dan merata.

Ia juga berpesan kepada generasi muda agar tidak melupakan sejarah bangsa serta menjadikan akhlak, ilmu, dan budi pekerti sebagai pedoman hidup.

“Kenali pahlawanmu dan resapi nilai-nilai perjuangannya. Jangan hanya bertanya apa yang telah negara berikan, tetapi tanyakan kepada diri sendiri karya nyata apa yang dapat disumbangkan bagi kemajuan daerah dan bangsa,” pesannya.

Rangkaian kegiatan di kompleks Pondok Mufidah Santi Asromo dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sindang, Moch. Anas, S.Pd.I. Bupati Majalengka bersama para pejabat dan tamu undangan kemudian melakukan tabur bunga di pusara KH. Abdul Halim.

Selepas dari Santi Asromo, rombongan melanjutkan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional KH. Abdul Chalim di kompleks MTs Sabilul Chalim, Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding.

Di lokasi kedua, rombongan mengikuti doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kecamatan Leuwimunding, Kiai Maman Fathurahman. Doa tersebut diikuti Bupati Majalengka, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Majalengka, serta para pejabat dan tokoh masyarakat serta tamu undangan.

Ziarah kepada dua Pahlawan Nasional asal Kabupaten Majalengka tersebut diharapkan semakin memperkokoh kerukunan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan serta mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *