Majalengka (KEMENAG) — Sebanyak 25 peserta Pekan Olahraga dan Seni Antar-Diniyah (Porsadin) ke-8 Kabupaten Majalengka dilepas untuk mengikuti kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Cianjur, 23–25 Oktober 2026. Pelepasan berlangsung di Pendopo Kabupaten Majalengka, Jumat (23/10/2026), dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., bersama Kasubbag Tata Usaha dan para kepala seksi. Momentum ini menjadi penyemangat bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama baik madrasah diniyah Kabupaten Majalengka.
Turut hadir Bupati Majalengka, Dr. H. Eman Suherman, M.M., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Majalengka serta Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Majalengka, A. Mudhofir, S.Pd.I., M.AP., beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyampaikan apresiasi kepada Ketua FKDT dan seluruh jajaran yang telah mempersiapkan serta mengikutsertakan kafilah Majalengka dalam Porsadin ke-8 tingkat Provinsi Jawa Barat di Cianjur. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang tersebut menjadi kesempatan bagi para santri madrasah diniyah untuk mengembangkan potensi, mengukur kemampuan, dan memperoleh pengalaman berharga.

Eman juga menyoroti ketulusan para guru madrasah diniyah yang terus mendidik anak-anak di tengah keterbatasan penghargaan secara ekonomi. Eman mencontohkan adanya guru yang menerima perhatian kesejahteraan hanya sebesar Rp50.000 per bulan. Meski nominalnya terbatas, pengabdian tersebut memiliki nilai besar ketika dijalankan dengan keikhlasan.
“Penghargaan dari Yang Maha Kuasa jauh melebihi nilai ekonomi yang diterima,” ungkapnya, menekankan bahwa pengabdian dalam mendidik generasi muda tidak semata-mata diukur dari imbalan materi.
Eman menambahkan, setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dan disertai keberkahan akan memberikan makna bagi kehidupan. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberlangsungan pendidikan madrasah diniyah tidak terlepas dari dedikasi para guru yang membimbing anak-anak mengenal dan memahami ajaran agama sejak dini.
Di hadapan para peserta dan orang tua, Eman turut mengingatkan bahwa 25 anak yang terpilih mewakili Majalengka merupakan peserta yang memiliki potensi. Di tengah banyaknya peserta didik madrasah diniyah, kesempatan untuk menjadi bagian dari kafilah provinsi perlu dimanfaatkan sebagai pengalaman untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan membangun kepercayaan diri.

Eman meminta orang tua agar terus mendoakan dan mendukung anak-anak mereka. Dukungan tersebut perlu diberikan secara konsisten agar potensi yang dimiliki peserta tidak berhenti pada keikutsertaan dalam perlombaan, tetapi berkembang menjadi kemampuan yang dapat digunakan untuk masa depan.
Menurut Eman, pembinaan anak perlu dilakukan secara sungguh-sungguh sejak dini. Anak-anak perlu dibantu menemukan jati diri, mengembangkan keahlian, serta mempersiapkan diri agar kelak mampu menjadi pribadi profesional. Pendidikan agama yang diperoleh di madrasah diniyah harus terus diperkuat, sementara keterampilan lain juga perlu diasah agar mereka mampu menghadapi tantangan zaman.
Menjelang akhir sambutannya, Bupati Majalengka memberikan perhatian khusus kepada para official dan guru pendamping agar mengutamakan keselamatan serta kesehatan seluruh peserta selama mengikuti kegiatan di Cianjur. Eman meminta pendamping memastikan kebutuhan anak-anak terpantau dan segera berkoordinasi dengan panitia apabila ada peserta yang mengalami gangguan kesehatan.
Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Euis Damayanti, memandang keikutsertaan kafilah Porsadin sebagai kesempatan untuk memperlihatkan hasil pembinaan pendidikan diniyah sekaligus memperkuat semangat belajar para santri.
“Porsadin menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan potensi, mengukir prestasi, dan memperkuat kecintaan terhadap ilmu agama. Apa pun hasil yang diraih, pengalaman ini harus menjadi bekal untuk terus belajar, menjaga akhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Euis.

Keberangkatan kafilah Majalengka ke Cianjur membawa harapan agar para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Dukungan pemerintah daerah, Kementerian Agama, FKDT, guru, dan orang tua menjadi bagian penting dalam menguatkan pendidikan madrasah diniyah.
Kontributor: D.Win


Komentar