Talaga (KEMENAG) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka menghadirkan inovasi kegiatan keagamaan pagi berupa pembiasaan membaca sholawat Nabi Muhammad SAW bagi para siswi yang sedang berhalangan (haid). Kegiatan ini dilaksanakan secara terpandu di Lapangan Madrasah pada Selasa (8/9/2026), bertepatan dengan pelaksanaan sholat Dhuha berjamaah bagi seluruh civitas akademika.
Rangkaian kegiatan rutin pagi tersebut dimulai sejak pukul 06.45 hingga 07.00 WIB. Saat mayoritas siswa dan civitas akademika menunaikan ibadah sholat Dhuha, para siswi yang sedang berhalangan diarahkan untuk berkumpul di area lapangan bagian timur—tepat di belakang barisan jemaah Dhuha—untuk melantunkan sholawat Nabi yang dipandu oleh pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Wakil Kepala Bidang Humas MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, M.Ag., menjelaskan bahwa skema ini dirancang agar seluruh siswi tetap berada dalam ritme pembiasaan karakter religius, meskipun sedang tidak dapat menjalankan sholat.
“Skema ini sengaja kami lakukan untuk membedakan area siswi yang melaksanakan Dhuha dan yang sedang berhalangan. Namun, mereka tetap berada di tempat yang sama, yaitu lapangan madrasah. Tujuannya agar setelah pelaksanaan Dhuha dan sholawat selesai, seluruh siswa dapat langsung bergabung kembali untuk memanjatkan doa bersama,” ujar Wawan.
Guna memastikan kegiatan berjalan tertib, pengurus OSIS ditugaskan secara bergantian setiap pagi untuk mendampingi rekan-rekannya. Fahira Afifah Lihududillah (siswa kelas XI.10) dan Auliya Alifah Thahirah (siswa kelas XI.6), pengurus OSIS yang bertugas pada hari tersebut, menyampaikan komitmen mereka dalam menjalankan peran pendampingan.
“Kami yang sedang melaksanakan piket ditugaskan setiap pagi secara bergiliran untuk memisahkan rekan-rekan yang berhalangan karena haid, lalu memimpin pembacaan sholawat Nabi secara terpisah dari jemaah sholat Dhuha,” kata Fahira mewakili tim petugas OSIS.
Melalui penataan yang terstruktur ini, seluruh rangkaian kegiatan pembiasaan Dhuha dan pembacaan sholawat Nabi berjalan dengan lancar, khidmat, dan tertib.
Inovasi ini diharapkan tidak hanya menjaga kedisiplinan dan nilai keagamaan di lingkungan Madrasah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik. Ke depan, program ini akan terus dievaluasi dan dipertahankan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu serta keunggulan layanan keagamaan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar