Bandung (KEMENAG) – Guru Bahasa inggris dari MTsN 8 Majalengka menghadiri ajang Fifth Annual West Java English Competition yang bertempat di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bandung, Kamis (10/9/2026). Kegiatan bergengsi tingkat regional ini diikuti oleh perwakilan pelajar tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Kegiatan bergengsi ini mempertemukan para pelajar berbakat dari berbagai satuan pendidikan, baik di bawah naungan Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama se-Jawa Barat. Dalam pelaksanaannya, para peserta didampingi oleh guru bahasa Inggris masing-masing serta mendapatkan pengayaan materi serta pendampingan langsung dari para narasumber, termasuk guru relawan asal Amerika Serikat.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dan diinisiasi oleh para guru relawan bahasa Inggris asal Amerika Serikat dari Peace Corps Indonesia. Ajang ini mempertandingkan sejumlah cabang lomba kebahasaan, di antaranya Speech (pidato), Story Telling (bercerita), dan Singer (menyanyi). Para peserta, termasuk delegasi siswa madrasah dari Kabupaten Majalengka, tampak antusias menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri dan para relawan penutur asli.

Tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengasah kemampuan komunikasi bahasa Inggris, membangun rasa percaya diri, serta memperluas wawasan lintas budaya bagi para generasi muda. Manfaat nyata yang dirasakan oleh para peserta didik, khususnya dari unsur madrasah, adalah kesempatan untuk mengukur kemampuan diri secara kompetitif di luar lingkungan sekolah sekaligus memperluas jejaring pertemanan antardaerah.
Perwakilan guru Bahasa Inggris dari MTsN 8 Majalengka Kabupaten Majalengka, Aam Amilah, S.Pd., Susi Supina Maelani, S.Pd., dan Miss Rosalina yang mendampingi jalannya acara menyampaikan apresiasi positif atas terselenggaranya kompetisi tersebut. “Keikutsertaan siswa madrasah dalam ajang yang diampu oleh relawan internasional ini membuktikan bahwa kualitas peserta didik kita memiliki daya saing yang tinggi. Kami berharap kegiatan ini mampu memacu motivasi belajar bahasa asing di lingkungan madrasah secara berkelanjutan,” ujar Rosalina.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Kemenag Kabupaten Majalengka berencana untuk mengintegrasikan pengalaman dan pola pembinaan kebahasaan serupa ke dalam program pengembangan ekstrakurikuler di madrasah-madrasah.
Dukungan aktif yang diberikan oleh jajaran Kemenag Majalengka dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan, yang pada gilirannya bermuara pada peningkatan kualitas layanan publik dan prestasi institusi Kementerian Agama secara menyeluruh.
Kontributor: Susi Supina Maelani


Komentar