Berita Kemenag KUA
Beranda » Berita » Gelar Supervisi Tiga KUA, Kakankemenag Majalengka Dorong Peningkatan Kapasitas Pegawai dan Optimalisasi Dakwah Digital

Gelar Supervisi Tiga KUA, Kakankemenag Majalengka Dorong Peningkatan Kapasitas Pegawai dan Optimalisasi Dakwah Digital

Sindangwangi (KEMENAG) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka, Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., memberikan apresiasi setinggi-tingginya serta arahan strategis kepada seluruh pegawai KUA saat membuka kegiatan Supervisi Pencatatan Nikah dan Rujuk pada Selasa (7/7/2026). Menurutnya, aparatur KUA merupakan corong dan ujung tombak Kementerian Agama, sehingga kualitas pelayanannya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Kegiatan pembinaan dan pengawasan yang dipusatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) Sindangwangi ini melibatkan jajaran aparatur dari tiga instansi, yakni KUA Sukahaji, KUA Sindang, dan KUA Sindangwangi.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh pegawai. Saya juga meminta khususnya kepada para penyuluh untuk menggenapkan keberadaan Kementerian Agama di tengah umat. Pastikan fungsi penyuluh benar-benar dirasakan, salah satunya dengan hadir sebagai tempat konsultasi bagi masyarakat,” ujar Euis.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan diri bagi seluruh pegawai KUA. Euis meminta jajarannya untuk terus meningkatkan (upgrade) kapasitas, baik keterampilan praktis seperti public speaking, maupun peningkatan kualifikasi akademik dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1, S-2, dan seterusnya.

Wajibkan KUA Miliki Akun Media Sosial

Tingkatkan Mutu Layanan, Kemenag Majalengka Gelar Supervisi KUA dan Matangkan Persiapan Zona Integritas

Sejalan dengan tuntutan era digital, Kakankemenag menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi. Ia menginstruksikan para penyuluh agar memaksimalkan teknologi dan aplikasi sebagai wasilah (perantara) penyebaran informasi keagamaan.

Sebagai langkah konkret, Euis mewajibkan seluruh KUA memiliki akun media sosial TikTok resmi atas nama instansi. “Semua KUA wajib punya akun TikTok sebagai media penyampaian informasi Kemenag dan wajib posting setiap hari. Kontennya bisa berupa tausiah selama 15 menit, lalu dilanjutkan dengan 15 menit sesi tanya jawab interaktif,” tegasnya.

Menurut Euis, masifnya unggahan di media sosial KUA akan membuka jalur penyuluhan baru yang menjangkau masyarakat luas. Hal ini akan mengatasi keterbatasan jangkauan dakwah konvensional yang selama ini hanya mengandalkan majelis taklim dan pengajian.

Penekanan Kasi Bimas: Dari KUA ASRI Hingga Persiapan Rashdul Kiblat

Tingkatkan Keilmuan, Kanwil Kemenag Jabar Gelar Tadarus dan Pembelajaran Bahasa Arab secara Daring

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H., memberikan beberapa instruksi teknis terkait pelayanan, administrasi kepegawaian, hingga program kerja terdekat.

Sofyan mengingatkan bahwa KUA adalah etalase Kementerian Agama di tingkat kecamatan. Baik buruknya citra instansi sangat dipengaruhi oleh wajah KUA. “Mengingat KUA adalah etalase kita, maka kebersihan adalah hal yang paling utama. Oleh karena itu, saya meminta agar program KUA ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) digiatkan kembali di setiap kantor,” pesannya.

Menyangkut isu kepegawaian, Sofyan menjelaskan bahwa proses rotasi dan mutasi bagi penghulu maupun penyuluh belum dapat dilaksanakan. Hal ini dikarenakan Kemenag masih menunggu kesiapan aplikasi pendukung yang baru.

“Terkait proses rotasi dan mutasi, kita masih menunggu aplikasi pengajuan yang baru siap digunakan. Oleh karena itu, saya mengimbau seluruh ASN untuk segera melengkapi dan memperbarui data pada akun MyASN masing-masing, karena data tersebut akan menjadi bahan acuan utama dalam administrasi kepegawaian,” jelas Sofyan.

Di akhir arahannya, Kasi Bimas Islam menyoroti agenda penting Kemenag dalam waktu dekat, yaitu pelaksanaan Rashdul Kiblat (kalibrasi arah kiblat) yang dijadwalkan pada 15–16 Juli 2026.

Supervisi Triwulan II: Kasi Bimas Islam Majalengka Dorong Optimalisasi Layanan KUA Talaga, Cikijing, dan Cingambul

“Mengingat penutupan pendaftaran Rashdul Kiblat jatuh pada 10 Juli 2026, saya berharap seluruh penyuluh lebih aktif turun ke lapangan melakukan sosialisasi. Pastikan program ini diketahui dan diikuti secara luas oleh masyarakat agar arah kiblat di masjid maupun musala kita semakin akurat,” pungkasnya.

Melalui supervisi terpadu ini, Kemenag Kabupaten Majalengka berharap seluruh jajaran KUA dapat terus meningkatkan profesionalisme, berinovasi dalam berdakwah, menjaga tertib administrasi, serta menghadirkan layanan publik yang prima bagi masyarakat.

Kontributor : Pupung Purnama Giri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *