Talaga (KEMENAG) — Guna meningkatkan wawasan kebangsaan serta pemahaman siswa terhadap kondisi geografi Nusantara, sebanyak 36 siswa kelas XI-9 MAN 1 Majalengka mengikuti pembelajaran interaktif bertajuk “Saat Peta Menjadi Jendela Nusantara: Menggali Makna Posisi Strategis Indonesia”, bertempat di Ruang Kelas XI-9, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan pembelajaran Geografi tersebut berlangsung pada jam ke-7 dan ke-8 (pukul 11.35–12.15 WIB) serta dilanjutkan seusai istirahat (pukul 12.50–13.30 WIB). Materi dipandu langsung oleh Guru Geografi MAN 1 Majalengka, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., dengan memanfaatkan peta besar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai media utama.
Dalam prosesnya, siswa diajak tidak hanya mendengarkan paparan teori, tetapi aktif mengamati, menunjuk langsung wilayah pada peta, berdiskusi, serta menganalisis secara komprehensif keterkaitan letak astronomis, geografis, dan geologis Indonesia dengan iklim, potensi sumber daya alam (SDA), hingga tingkat kerawanan bencana geologi.
Materi ditekankan pada pemahaman kontekstual:
- Letak Astronomis, yang memengaruhi iklim tropis dan pembagian tiga zona waktu di Indonesia.
- Letak Geografis, yang menempatkan Indonesia di persimpangan dua benua dan dua samudra sehingga menghadirkan potensi strategis sekaligus tantangan geopolitik.
- Letak Geologis, yang menjadikan Indonesia kaya akan potensi SDA namun memiliki tingkat kesiapsiagaan tinggi terhadap potensi bencana alam.
Di sela kegiatan, Muhammad Rivki Pratama, S.Pd., menyampaikan bahwa pendekatan interaktif berbasis media peta bertujuan membentuk pola pikir kritis serta wawasan kebangsaan pada siswa.
“Saya percaya pembelajaran Geografi akan lebih bermakna ketika peserta didik terlibat secara aktif. Dengan memanfaatkan media peta dan diskusi interaktif, mereka tidak hanya paham konsep letak wilayah, tetapi juga menyadari betapa strategisnya posisi Indonesia. Harapannya, lahir generasi yang memiliki wawasan kebangsaan, berpikir kritis, serta mencintai dan menjaga tanah air,” ujar Rivki.
Antusiasme juga dirasakan oleh salah satu peserta didik kelas XI-9, Everest Mahardika Alghifari, yang mengapresiasi metode belajar aktif tersebut.
“Belajar Geografi hari ini sangat seru karena kami tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi langsung mengamati dan menunjuk wilayah Indonesia pada peta. Materinya jadi lebih mudah dipahami karena kami diajak berdiskusi dan berpikir bersama,” ungkap Everest.
Pembelajaran yang berpusat pada siswa ini menjadi komitmen nyata MAN 1 Majalengka dalam menghadirkan layanan pendidikan madrasah yang inovatif, berkualitas, dan bermakna. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu menumbuhkan rasa syukur, semangat patriotisme, kepedulian lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi tantangan masa depan, sekaligus berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu serta taraf layanan pendidikan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar