Bantarujeg (Kemenag) — MTsN 4 Majalengka menggelar Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi pendidik dan tenaga kependidikan pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta melalui pengembangan pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Selain diikuti guru dan tenaga kependidikan MTsN 4 Majalengka, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan guru dari MTs PUI Kepuh, MTs Al-Hurriyah Sadawangi, MTs PUI Kancana, dan MTs PUI Kasturi sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan madrasah.

Kepala MTsN 4 Majalengka, H. Ahmad Jayanegara, menyampaikan bahwa diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta merupakan langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
“Kegiatan Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta ini sangat strategis dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Kami berkomitmen menjadikan MTsN 4 Majalengka sebagai madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat segera diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Materi pertama disampaikan oleh Pengawas Madrasah, Hj. Siti Evi Alivia, S.Ag., M.Pd.I., yang mengulas penyusunan perangkat pembelajaran berbasis deep learning. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya merancang pembelajaran yang mampu mengembangkan kompetensi sekaligus membentuk karakter peserta didik secara utuh.
“Pembelajaran mendalam mendorong guru menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna sehingga peserta didik tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu memahami, menganalisis, dan menginternalisasi nilai-nilai yang dipelajari,” jelasnya.
Sesi berikutnya diisi oleh Enok Herlin, S.Pd., yang memaparkan teknik penyusunan Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta. Materi mencakup identifikasi profil peserta didik, integrasi nilai-nilai kasih sayang, empati, dan tanggung jawab ke dalam pembelajaran, hingga penyusunan aktivitas belajar yang berpusat pada peserta didik (student-centered). Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai implementasi KBC di madrasah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyusunan perangkat ajar yang selaras dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Sebagai tindak lanjut, guru-guru akan menyusun dan mengimplementasikan modul ajar serta perangkat pembelajaran berbasis deep learning dalam proses belajar mengajar di kelas.
MTsN 4 Majalengka berharap diseminasi ini dapat memperkuat kompetensi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang humanis, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan madrasah serta mendukung terwujudnya pendidikan yang unggul di lingkungan Kementerian Agama.
Kontributor: Nanang


Komentar