Berita Daerah MAN

Debat Ilmiah Warnai Pembelajaran SKI di MAN 3 Majalengka

Jatiwangi (KEMENAG) — Siswa kelas XII MAN 3 Majalengka mengasah kemampuan berpikir kritis melalui debat pro dan kontra dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Selasa (1/9/2026). Metode tersebut diterapkan untuk mendorong siswa tidak sekadar memahami materi, tetapi mampu menganalisis persoalan dan mempertahankan pendapat berdasarkan argumentasi yang logis.

Kegiatan yang berlangsung di MAN 3 Majalengka itu dipandu guru SKI, Nana Misnara, S.Pd.I. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang mengambil posisi berbeda terhadap materi yang diperdebatkan.

Setiap kelompok diberikan kesempatan menyampaikan argumen sesuai sudut pandang masing-masing. Kelompok pro menyampaikan alasan yang mendukung materi atau persoalan yang dibahas, sedangkan kelompok kontra memberikan tanggapan dengan argumentasi yang berbeda.

Debat berlangsung secara interaktif. Siswa saling memberikan tanggapan dan pertanyaan terhadap argumentasi kelompok lain. Guru berperan mengarahkan jalannya diskusi agar tetap fokus pada materi serta memberikan penguatan terhadap berbagai pendapat yang muncul.

Nana Misnara mengatakan, metode debat dipilih untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif kepada siswa.

Kemenag Majalengka Perkuat Tata Kelola dan Mutu Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah

“Melalui debat, siswa dituntut untuk membaca, memahami materi, berpikir kritis, kemudian menyampaikan pendapat dengan alasan yang jelas,” ujarnya.

Menurutnya, pembelajaran SKI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengingat berbagai peristiwa sejarah, tetapi juga bagaimana siswa mampu memahami konteks dan mengambil pelajaran dari setiap materi yang dipelajari.

Selain melatih kemampuan berpikir kritis, debat juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar menghargai perbedaan pendapat. Setiap argumen disampaikan secara terarah dan tetap berada dalam suasana pembelajaran yang santun.

Dari kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin percaya diri dalam menyampaikan gagasan, mampu menganalisis informasi, serta terbiasa melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang.

MAN 3 Majalengka selanjutnya diharapkan dapat terus mengembangkan metode pembelajaran aktif serupa pada materi lainnya. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan kualitas proses belajar agar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis sekaligus mampu berkomunikasi dengan baik.

Sinergi Penguatan Mutu Pendidikan, Kemenag Majalengka Sambut Kunjungan Pimpinan Madrasah Daarul Uluum PUI

Melalui pembelajaran yang aktif, dialogis, dan kontekstual, kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta mendukung terwujudnya layanan pendidikan Kementerian Agama yang semakin bermutu.

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *