Berita Daerah
Beranda » Berita » Dari Sebuah Kencleng, MAN 3 Majalengka Tanamkan Semangat Berbagi kepada Siswa

Dari Sebuah Kencleng, MAN 3 Majalengka Tanamkan Semangat Berbagi kepada Siswa

Jatiwangi (KEMENAG) — Suasana berbeda terlihat di ruang-ruang kelas MAN 3 Majalengka, Rabu (29/7/2026). Sejumlah pengurus Ekstrakurikuler Keagamaan berkeliling dari kelas ke kelas membawa sebuah kencleng kecil. Bukan sekadar wadah untuk mengumpulkan infak, kencleng itu menjadi awal dari gerakan sederhana yang mengajak siswa membiasakan diri berbagi kepada sesama.

Melalui Gerakan Kencleng Infak, para pengurus mengajak seluruh siswa kelas X, XI, dan XII untuk menyisihkan sebagian rezeki yang mereka miliki. Nilainya tidak ditentukan. Yang terpenting adalah menumbuhkan kebiasaan bersedekah dan rasa peduli terhadap orang lain.

Sosialisasi berlangsung dengan suasana santai dan penuh keakraban. Para pengurus menjelaskan tujuan program, cara pengumpulan infak, hingga penyalurannya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka. Sesekali terdengar pertanyaan dari para siswa yang ingin mengetahui bagaimana dana tersebut akan dikelola dan dimanfaatkan.

Pengurus Ekstrakurikuler Keagamaan, Ade Abdul Azis, mengatakan bahwa Gerakan Kencleng bukan sekadar program menghimpun infak, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter peserta didik.

“Kami ingin mengajak teman-teman membiasakan diri untuk berbagi setiap hari. Tidak harus dalam jumlah besar, karena yang paling penting adalah keikhlasan dan konsistensinya. Kami juga akan menyampaikan laporan secara terbuka agar semua siswa mengetahui pengelolaan dana infak sebelum disalurkan ke BAZNAS Kabupaten Majalengka,” ujar Ade.

Semarakkan HUT ke-81 RI, Penyuluh dan Staf KUA Sindang Gotong Royong Pasang Bendera dan Umbul-Umbul

Menurut Ade, kebiasaan memberi perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Dari langkah kecil itulah diharapkan lahir generasi yang lebih peka terhadap kondisi di sekitarnya dan tidak ragu membantu ketika melihat orang lain membutuhkan.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka menyimak penjelasan dengan penuh perhatian dan menyambut baik hadirnya program tersebut. Banyak di antara mereka yang mengaku senang karena memiliki kesempatan untuk belajar berbagi melalui cara yang sederhana dan mudah dilakukan setiap hari.

Bagi MAN 3 Majalengka, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Pembentukan karakter juga menjadi bagian penting dalam proses belajar. Melalui kegiatan seperti Gerakan Kencleng Infak, madrasah berupaya menghadirkan pengalaman nyata yang menumbuhkan nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, pengurus Ekstrakurikuler Keagamaan bersama para pembina akan melakukan rekapitulasi infak secara berkala dan menyampaikan hasilnya kepada seluruh warga madrasah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk transparansi sekaligus untuk menjaga kepercayaan seluruh peserta didik terhadap program yang dijalankan.

Dari sebuah kencleng sederhana, MAN 3 Majalengka berharap lahir kebiasaan-kebiasaan baik yang terus tumbuh. Sebab, pendidikan karakter sering kali dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten, hingga akhirnya menjadi bagian dari kepribadian setiap peserta didik.

Usai Shalat Zuhur Berjamaah, Guru MAN 3 Majalengka Jelaskan Rukhsah Shalat Jamak dan Qashar Berdasarkan Pengalaman di Monas

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *