Jatiwangi (KEMENAG)– Dewan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) Kecamatan Jatiwangi sukses menyelenggarakan Pekan Olahraga dan Seni Antar-Diniyah (Porsadin) VIII pada Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk menggali potensi dan prestasi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) sekaligus sebagai persiapan menyongsong Porsadin tingkat Kabupaten Majalengka yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juni 2026 di Kecamatan Leuwimunding mendatang.
Ajang bergengsi tingkat kecamatan ini diikuti oleh ratusan santri perwakilan dari 28 MDTU se-Kecamatan Jatiwangi. Untuk mengakomodasi banyaknya cabang yang diperlombakan, panitia membagi lokasi kegiatan ke dalam beberapa titik strategis, yakni Komplek SDN Burujulwetan 3, MDTU Islamiyah 1 dan 2 Burujulkulon, Lapangan Bola setempat, serta Gedung Olahraga (GOR) Burujulwetan.
Ketua Panitia Porsadin VIII Kecamatan Jatiwangi, H. Suharto, S.Pd.SD., dalam laporan resminya merinci sebaran lokasi perlombaan. Di MDTU Islamiyah 1 dan 2, dilaksanakan lomba Adzan, Murottal Wal Imla (Putra/Putri), serta Cerdas Cermat di Ruang 2. Sementara itu, Komplek SDN Burujulwetan 3 menjadi pusat perlombaan untuk cabang MTQ, MHQ, MKQ Safinatunnaja, Kaligrafi, Puisi Islami, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Arab, Cerdas Cermat Ruang 1, serta Sholawat—yang seluruhnya diikuti oleh kategori putra dan putri—ditambah cabang olahraga Tenis Meja. Adapun cabang Lari Sprint digelar di Lapangan Bola, dan cabang Bulutangkis (Putra/Putri) berlangsung di GOR Burujulwetan.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) FKDT Kabupaten Majalengka, A. Mudhofir, S.Pd.I., M.A.P., yang hadir didampingi jajaran Pengurus DPC. Dalam sambutan pembukaannya, ia memberikan apresiasi tinggi atas soliditas pengurus di tingkat kecamatan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan megah dan tertib.

“Porsadin bukan sekadar ajang kompetisi menang atau kalah. Lebih dari itu, ini adalah ruang syiar Islam sekaligus momentum emas untuk menempa mentalitas, sportivitas, dan kedisiplinan generasi muda kita sejak dini. Melalui ajang ini, kita optimistis delegasi dari Jatiwangi akan mampu berbicara banyak dan menorehkan prestasi gemilang pada Porsadin tingkat Kabupaten Majalengka di Leuwimunding bulan depan,” ujar Mudhofir.
Senada dengan hal tersebut, Pengawas Madrasah, H. Dedi Jubaedi, S.Ag., M.Pd., yang hadir memantau jalannya kegiatan, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan madrasah diniyah dalam membentuk karakter bangsa. Ia berharap ajang ini mampu memotivasi para ustadz dan ustadzah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kami selaku pengawas sangat bangga melihat antusiasme yang luar biasa dari 28 MDTU ini. Porsadin menjadi bukti nyata bahwa Madrasah Diniyah memiliki potensi besar, tidak hanya dalam mencetak generasi yang mahir di bidang keagamaan, tetapi juga unggul dalam seni dan olahraga. Kreativitas dan sportivitas yang ditunjukkan hari ini adalah cerminan dari keberhasilan pembentukan karakter di lingkungan madrasah,” kata Dedi.

Di sisi lain, Ketua DPAC FKDT Kecamatan Jatiwangi, H. Abd. Gani, S.Ag., yang hadir mendampingi bersama seluruh jajaran Pengurus DPAC dan Kepala MDTU se-Kecamatan Jatiwangi, menyampaikan rasa terima kasih atas gotong royong seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa target Jatiwangi ke depan adalah melakukan pembinaan intensif bagi para juara.
“Alhamdulillah, antusiasme tahun ini sangat luar biasa. Setelah kegiatan hari ini selesai, tugas kami di tingkat kecamatan bersama para kepala MDTU adalah segera melakukan coaching clinic dan pembinaan khusus bagi para santri yang meraih juara satu di masing-masing cabang. Kami ingin memastikan bahwa kontingen Jatiwangi benar-benar siap secara fisik, mental, dan materiil untuk bersaing di tingkat kabupaten nanti,” tegas Abd. Gani.

Acara diakhiri dengan pengumuman teknis dan koordinasi lanjutan yang disampaikan langsung oleh Sekretaris DPAC FKDT Kecamatan Jatiwangi, Zimi Zainal Muttaqin, S.Pd.I., M.Pd. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat hingga selesai.
Kontributor : Endang Mu’min/Cece Moh Ihya


Komentar