Majalengka (KEMENAG) – Ratusan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tergabung dalam wilayah CIAYUMAJAKUNING (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) dan Priangan Timur berkumpul di Aula KPRI Hikmah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Senin (27/4/2026). Pertemuan ini digelar dalam rangka Halalbihalal sekaligus Penguatan Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) guna meningkatkan marwah dan kapasitas profesionalitas pengawas.
Ketua Pokjawas PAI Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Amin, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas hasil uji kompetensi tilawah yang menunjukkan bahwa baru sekitar 12% pengawas yang masuk kategori “Mahir”.
“Sebelum kita membina guru-guru, tentu kapasitas diri kita sendiri yang harus diperkuat. Kami menghadirkan pakar dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTQ) untuk membimbing kita agar benar-benar menjadi Qari dan Qariah yang mumpuni sesuai kaidah makharijul huruf dan shifatul huruf,” ujar Amin.
Ia juga menambahkan bahwa pemilihan Majalengka sebagai tuan rumah merupakan bentuk silaturahmi untuk mempererat hubungan antarwilayah, sekaligus momen penyambutan bagi rekan sejawat yang baru bertugas di Majalengka.
Belanja Kompetensi demi Marwah Jabatan
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. Hj. Euis Damayanti, M.P.Kim., menyambut hangat kehadiran para pengawas dari 11 kabupaten/kota. Dalam arahannya, ia menganalogikan pengawas sebagai “Jenderal” dalam jenjang karier fungsional guru.
“Pengawas adalah jabatan tertinggi, puncaknya karier guru. Maka kompetensinya pun harus yang tertinggi,” tegas Euis. Ia juga memperkenalkan istilah ‘Belanja Kompetensi’ bagi para penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG). Menurutnya, sebagian dari tunjangan tersebut sudah sepatutnya dialokasikan untuk pengembangan diri secara mandiri, seperti kegiatan TBQ ini.
“Sangat ironis jika pengawas PAI belum tuntas dalam bacaan Al-Qur’an. Pangkat ‘Jenderal’ bisa turun jika kompetensi dasarnya belum terpenuhi. Maka, ikhlaskanlah biaya yang dikeluarkan hari ini sebagai investasi peningkatan kualitas diri,” tambahnya.
Agenda Strategis PAI Jawa Barat 2026
Turut hadir memberikan pembinaan, Kepala Bidang PAIS Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Asnawi, S.Ag., M.Pd. Ia menyampaikan bahwa program TBQ merupakan salah satu program unggulan Menteri Agama untuk memastikan tidak ada lagi tenaga pendidik maupun pengawas di Jawa Barat yang berada di level “Dasar” dalam literasi Al-Qur’an.
Lebih lanjut, Asnawi memaparkan bahwa kesuksesan PAI tahun ini bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, terkait kelancaran anggaran TPG bagi sekitar 37.000 guru di Jawa Barat dengan total nilai hampir Rp1,3 triliun yang terus dikawal agar tetap kondusif. Kedua, adanya penyatuan visi antara program pusat yang ramah dan terintegrasi dengan visi Gubernur Jawa Barat yang mengedepankan karakter Cageur, Bageur, Pinter, Bener, dan Singer.
Pilar ketiga adalah penjagaan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk melalui program “Mengaji di Sekolah” (MDS) dan pemanfaatan teknologi digital melalui kanal chatbot WhatsApp yang telah meraih penghargaan nasional.
“Kami berharap para pengawas sebagai jenderal di lapangan dapat membimbing guru-guru dengan profesional. Jangan sampai ada kendala administrasi yang menjadi temuan. Mari kita selesaikan setiap tantangan dengan semangat kekeluargaan,” tutup Asnawi.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari Kabupaten Indramayu, Cirebon, Kuningan, Majalengka, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, serta Kota Cirebon, Tasikmalaya, dan Banjar ini berlangsung khidmat dan diakhiri dengan sesi bimbingan teknis bersama Asesor Nasional TBQ, Dr. Agus Tawakal.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar