Majalengka (KEMENAG) – Semangat kolaborasi antara instansi pendidikan dan keagamaan tampak menguat dalam acara Halalbihalal keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka yang digelar pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan ini menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka.
Hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majalengka, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI), Dr. Drs. H. Faisal, M.Pd. Kehadirannya menegaskan komitmen Kemenag dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan karakter dan spiritualitas di sekolah-sekolah umum di seluruh wilayah Majalengka.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Rd. Muhammad Umar Ma’ruf, S.Sos., M.Si., dalam laporannya secara khusus menyapa kehadiran perwakilan Kemenag sebagai mitra strategis. Ia menekankan bahwa tantangan menuju Indonesia Emas 2045 memerlukan kolaborasi yang tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga nilai-nilai moral.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan dari Kantor Kementerian Agama. Kolaborasi ini penting, terutama dalam menghadapi era digitalisasi. Kita harus bersama-sama menjaga kualitas pendidikan dan membatasi dampak negatif gawai pada anak di bawah usia 16 tahun demi mencetak SDM yang unggul dan berakhlak,” ajak Umar Ma’ruf.
“Tantangan pendidikan ke depan tidak bisa dijawab dengan kerja yang biasa-biasa saja atau sekadar normatif. Menuju Indonesia Emas 2045, kita memerlukan lompatan inovasi dan kolaborasi yang kuat. Terlebih, pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Mas Gibran sedang berlari kencang mencetak SDM unggul melalui program Badan Gizi Nasional,” jelas Umar Ma’ruf.
Ia juga melaporkan sejumlah capaian strategis, termasuk keberhasilan seluruh jenjang pendidikan di Majalengka meraih Akreditasi A pada tahun 2025. “Kami optimis Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Majalengka akan mencapai angka 9 lebih pada tahun 2028. Kita butuh chemistry yang kuat untuk menutup lembaran lama dan membuka lembaran baru yang lebih powerful,” tegasnya.
Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., yang hadir didampingi Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan dan Sekda Aeron Randi, A.P., M.P., memberikan apresiasi atas kehadiran unsur Kemenag dan Baznas. Menurut Bupati, kenaikan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dari 7,53 pada tahun 2024 menjadi 7,83 di tahun 2025 merupakan hasil kerja kolektif, termasuk peran guru-guru agama di bawah naungan Kemenag.
Namun, Bupati memberikan catatan tegas mengenai pembangunan fisik sekolah. Ia meminta agar perbaikan sarana prasarana seperti ruang kelas, perpustakaan, hingga sanitas dilakukan dengan kualitas terbaik, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
“Lakukan rehab infrastruktur dengan kualitas yang baik. Jangan asal rehab. Pastikan spesifikasi teknisnya terjaga agar bangunan bertahan lama dan memberikan rasa aman bagi siswa. Jika kualitas fisik baik, proses belajar mengajar akan nyaman, dan efisiensi anggaran jangka panjang pun tercapai,” pesan Bupati Eman.
Ia juga menitipkan pesan kemanusiaan agar seluruh jajaran pendidik memastikan tidak ada anak di Majalengka yang putus sekolah karena kendala biaya. “Pastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan,” imbuhnya.
Nuansa religius semakin kental dengan hadirnya Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., Penyelenggara Zakat Wakaf Kantor Kemenag Majalengka, sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, Ojun memberikan penguatan spiritual bagi para tenaga pendidik agar menjadikan profesi mereka sebagai ladang jihad dan hijrah menuju kebaikan.
“Orang yang berjihad adalah mereka yang mengerahkan kemampuan melawan hawa nafsunya demi taat kepada Allah. Di bulan Syawal ini, harus ada peningkatan (Syawal artinya peningkatan). Mari kita jadikan tugas mengajar sebagai ibadah ghairu mahdah untuk meraih keberkahan,” ungkap Ojun di hadapan ratusan kepala sekolah dan pengawas.
Ojun mengajak seluruh hadirin untuk mengedepankan sifat Husnuzan (prasangka baik) dan keikhlasan dalam bekerja, sebagaimana kisah Siti Maryam. “Bukan semata-mata usaha kita yang kecil, melainkan keikhlasan yang besar yang akan membawa dampak luar biasa bagi kemajuan pendidikan di Majalengka,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pikiran positif (Husnuzan). Mengutip teori The Law of Attraction dan prinsip medis, ia menyebut bahwa kebahagiaan dan pikiran positif adalah kunci kesehatan dan keberhasilan. “Nafsu itu seperti meminum air laut, semakin diminum semakin haus. Maka, kendalikan nafsu dengan semangat jihad melawan ego demi pelayanan yang lebih baik,” pungkasnya.
Acara yang mengusung tema “Saling Berjabat Tangan, Eratkan Persaudaraan, Tingkatkan Semangat Profesional, Melayani dan Mencerdaskan untuk Mewujudkan Majalengka Langkung Sae” ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh H. Ojun Rojun, menandai dimulainya lembaran baru kerja kolaborasi yang lebih kuat antara Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar