Cigasong (KEMENAG) –Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau kehadiran guru dan siswa di MTs Al-Ikhlas Baribis pada hari pertama masuk kerja usai libur dan cuti bersama Idulfitri 1447 H, Senin (30/3/2026).
Langkah ini diambil guna memastikan kedisiplinan ASN dan tenaga pendidik, sekaligus menjamin layanan pendidikan di lingkungan madrasah langsung berjalan optimal pasca-hari raya.
Dalam kunjungannya, Agus Sutisna memberikan apresiasi tinggi kepada MTs Al-Ikhlas Baribis. Sebagai salah satu madrasah swasta dengan populasi 379 siswa dan didukung 21 tenaga pendidik, lembaga ini dinilai mampu bersaing secara kompetitif dengan lembaga pendidikan lainnya.
“Kami mengapresiasi MTs Al-Ikhlas Baribis yang terus eksis dan berkembang pesat. Dengan jumlah siswa di atas rata-rata madrasah swasta lainnya, ini membuktikan adanya kepercayaan besar dari masyarakat yang harus terus dijaga,” ujar Agus di sela-sela pemantauannya.
Di hadapan para guru, Kepala Kantor menekankan dua poin krusial dalam pengembangan sumber daya manusia di madrasah, yakni kompetensi sosial dan profesional. Ia menegaskan bahwa guru masa kini tidak hanya dituntut mengajar di kelas, tetapi juga harus mampu menjadi figur di tengah masyarakat.
“Guru harus memiliki kompetensi sosial yang kuat. Artinya, guru harus mampu berbaur, menjalin kedekatan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta aktif berdialog. Kepercayaan publik lahir dari bagaimana cara kita berkomunikasi dan merangkul lingkungan sekitar,” tegas Agus.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti aspek profesionalisme yang mencakup linieritas keilmuan dan adaptasi teknologi.
“Secara profesional, guru wajib menguasai metodologi pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami. Di era digital ini, adaptasi terhadap teknologi adalah keharusan agar proses belajar mengajar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Agus mengingatkan bahwa tingkat kehadiran tenaga pendidik pascalibur nasional merupakan indikator penting integritas lembaga. Hal ini tidak hanya dipantau oleh internal pemerintah, tetapi juga diawasi secara ketat oleh elemen masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Melalui sidak ini, diharapkan seluruh warga MTs Al-Ikhlas Baribis dapat terus meningkatkan komitmen dan kedisiplinan demi memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan akuntabel di Kabupaten Majalengka.
Kontributor : Endang Mu’min


Komentar