Berita Daerah KUA
Beranda » Berita » KUA Kasokandel Bekali 15 Pasang Catin Menuju Keluarga Sakinah dan Cegah Perceraian Dini

KUA Kasokandel Bekali 15 Pasang Catin Menuju Keluarga Sakinah dan Cegah Perceraian Dini

Kasokandel (KEMENAG) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kasokandel menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi Calon Pengantin (Catin) pada Senin (08/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula KUA setempat ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari 15 pasang calon suami istri.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Kasokandel, H. Koko Juwaeni, S.Ag. Dalam sambutannya, Koko menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir mengikuti bimbingan ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila fasilitas sarana dan prasarana di KUA Kasokandel masih memiliki keterbatasan.

Lebih lanjut, Koko menekankan betapa krusialnya pembekalan pra-nikah bagi para catin. “Pembekalan ini adalah fondasi awal yang sangat penting agar para calon pengantin memiliki kesiapan yang matang sebelum memasuki gerbang rumah tangga,” ujarnya.

Turut hadir memberikan arahan, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, H. Sofyan Firdaus, S.H., M.H. Dalam pemaparannya, Sofyan menegaskan bahwa mengikuti Binwin kini merupakan kewajiban bagi setiap catin. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Dirjen Bimas Islam Nomor 2 Tahun 2024.

“Regulasi ini diterapkan bukan tanpa alasan. Binwin memiliki manfaat yang sangat besar, di antaranya untuk membekali pasangan agar mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, sekaligus sebagai langkah preventif pemerintah dalam mencegah terjadinya angka perceraian dini,” tegas Sofyan.

Perkuat Ukhuwah dan Nilai Syar’i, Kemenag dan Pemkab Majalengka Gelar Subuh Akbar di Masjid Agung Al-Imam

Materi Komprehensif: Dari Mental hingga Kesehatan

Untuk memberikan bekal yang komprehensif, KUA Kasokandel menghadirkan para pakar di bidangnya masing-masing. Fasilitator Binwin, Nunung Nurhayati, S.Ag., membedah poin-poin penting yang harus diperhatikan demi membangun keluarga sakinah. Nunung juga memberikan penguatan mental bagi peserta dalam menghadapi berbagai dinamika dan permasalahan yang kerap muncul dalam kehidupan berkeluarga.

“Kesiapan mental adalah kunci utama. Menikah itu menyatukan dua kepala yang berbeda, sehingga kemampuan mengelola konflik sangat dibutuhkan agar pernikahan tidak kandas di usia muda,” tutur Nunung.

Ditinjau dari aspek kesehatan, pihak Puskesmas Kasokandel yang diwakili oleh Yeni Rohayati, S.St.Keb., memaparkan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Yeni juga mengingatkan para catin mengenai kewajiban imunisasi pra-nikah serta kelanjutan imunisasi setelah menikah demi keselamatan ibu dan calon anak.

Sementara itu, perwakilan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kasokandel, Tri Oktaviani, mengedukasi peserta mengenai Program Keluarga Berencana (KB). Ia menjelaskan berbagai pilihan metode kontrasepsi dan perencanaan kehamilan yang matang demi keberlangsungan program keluarga yang sejahtera dan berkualitas.

MAN 3 Majalengka Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Ekoteologi, Siswa Antusias Ikuti Praktik Langsung

Kegiatan Binwin yang berlangsung interaktif ini diharapkan dapat melahirkan keluarga-keluarga baru yang tangguh, sehat, dan sakinah di wilayah Kecamatan Kasokandel.

Kontributor : Pupung Purnama Giri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *