Berita Kemenag MAN
Beranda » Berita » MAN 3 Majalengka Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Ekoteologi, Siswa Antusias Ikuti Praktik Langsung

MAN 3 Majalengka Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Ekoteologi, Siswa Antusias Ikuti Praktik Langsung

Jatiwangi (KEMENAG) — Suasana aktif dan penuh antusiasme terlihat dari siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka. Mereka tengah mengikuti kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Ekoteologi untuk Membangun Karakter Religius Ekologis” yang digelar di lingkungan madrasah setempat.

Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama antara MAN 3 Majalengka dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka. Setelah pembukaan, acara langsung dilanjutkan dengan sesi praktik yang melibatkan seluruh civitas akademika.

Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., menyampaikan bahwa agenda ini memegang peranan penting dalam membentuk sudut pandang dan kebiasaan baru para siswa terhadap lingkungan sekitar.

“Praktik pengelolaan sampah jelas meningkatkan keterampilan dalam memilah serta mengolah sampah. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran warga madrasah, khususnya MAN 3 Majalengka, terhadap kelestarian lingkungan. Ini juga menjadi solusi nyata untuk masalah penumpukan sampah yang dapat diolah dan menjadi berkah,” ujar Ela di sela-sela kegiatan.

Pada sesi pertama praktik, para siswa diajak mempraktekkan pembuatan eco enzyme dari limbah organik rumah tangga. Memanfaatkan campuran air, gula merah, dan kulit buah segar, para peserta melakukan penimbangan, pencampuran, hingga pengemasan bahan fermentasi ke dalam botol plastik. Aktivitas ini memberikan pengalaman nyata bahwa limbah dapur dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

Pelepasan Siswa Kelas IX dan Wisuda Tahfidz Angkatan VI MTsN 11 Majalengka Berlangsung Khidmat

Memasuki sesi kedua, siswa-siswi mempelajari proses pembuatan sabun cair menggunakan bahan dasar eco enzyme yang telah matang. Dalam tahapan ini, peserta dibekali alur pengolahan hingga berhasil menghasilkan produk pembersih yang aman digunakan sehari-hari sekaligus bernilai ekonomis.

Sementara pada sesi terakhir, peserta dilatih membuat Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan limbah cangkang telur. Prosesnya dimulai dari pembersihan, penghancuran, hingga tahap fermentasi yang menghasilkan pupuk kaya kalsium untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Pengalaman langsung ini mendatangkan kesan mendalam bagi para peserta. Ade, salah seorang siswa kelas XI MAN 3 Majalengka, mengaku bersyukur bisa mendapatkan keterampilan baru yang sangat aplikatif tersebut.

“Alhamdulillah, saya mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. Praktik pengolahan sampah membuat saya lebih peduli, semakin sadar terhadap lingkungan, dan memberikan ide-ide sederhana yang dapat diterapkan di rumah maupun di madrasah,” ungkap Ade dengan semangat.

Melalui integrasi nilai-nilai ekoteologi ini, pihak madrasah berharap siswa-siswi MAN 3 Majalengka tidak hanya memahami konsep pengelolaan lingkungan secara teoretis, melainkan juga mampu mengimplementasikannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata dari karakter religius ekologis.

Tim Kelembagaan Kanwil Kemenag Jabar Laksanakan Monitoring dan Evaluasi BOS Optimalisasi TA 2025

Kontributor : Taupik Hidayat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *