Berita Kemenag
Beranda » Berita » ​Membedah Rahasia Takdir Azali dalam Kajian Al-Hikam di Kemenag Majalengka

​Membedah Rahasia Takdir Azali dalam Kajian Al-Hikam di Kemenag Majalengka

​Majalengka (KEMENAG) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka kembali melaksanakan agenda rutin pembinaan mental bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Kajian Kitab Al-Hikam. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (9/2/2026) di Masjid Al-Ikhlas ini menjadi momentum istimewa karena mempererat silaturahmi antara jajaran pejabat Kemenag dan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Majalengka.
​Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Majalengka, Dr. H. Agus Sutisna, S.Ag., M.Pd., Kepala Kantor Kemenhaj Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., Kasubag TU Kemenag Majalengka, Dr. H. Heru Hoerudin, M.Ag., serta jajaran Kepala Seksi, Pengawas Madrasah, dan Pengawas PAI.

​Kajian kali ini menghadirkan narasumber Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag., yang menjabat sebagai Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Majalengka. Dalam paparannya, Ojun mengupas Hikmah ke-167 dan 168 dari kitab legendaris karya Syekh Ibnu Atha’illah as-Sakandari.

​Pada pembahasan Hikmah ke-167, Ojun menjelaskan tentang relasi antara doa manusia dengan ketetapan Allah di zaman Azali. Ia menekankan bahwa permohonan seorang hamba yang baru muncul sekarang (al-lahiq) sejatinya bukanlah “sebab” yang mengubah pemberian Allah yang telah ditetapkan terdahulu (as-sabiq).

​”Doa merupakan bentuk ketundukan, ketawaduan, dan pengakuan atas kelemahan kita di hadapan Allah. Ini adalah adab sebagai hamba. Allah tidak bergantung pada doa atau amal kita karena Allah Maha Berdiri Sendiri,” ujar Ojun.

​Lebih lanjut, ia membedah posisi teologis Ahlu Sunnah Wal Jamaah yang berada di tengah-tengah antara pandangan Jabariyah dan Qodariyah. Menurutnya, meskipun hasil akhir adalah ketetapan Allah, manusia tetap wajib melakukan kasab (usaha) dan ikhtiar sebagai bentuk tanggung jawab atas kehendak yang diberikan Allah.

KUA Bantarujeg Gelar Mini Camp: Perkuat Karakter Remaja Demi Fondasi Keluarga Sakinah

​Memasuki Hikmah ke-168, Ojun menegaskan bahwa ketetapan Allah tidak dapat disandarkan pada hukum sebab-akibat. Pertolongan Allah (inayah) dan pemeliharaan-Nya (ri’ayah) adalah murni anugerah (mahdul fadhal).

​Ia menjelaskan bahwa jika segala sesuatu didasarkan pada amal, maka konsep keikhlasan tidak akan relevan karena Allah sudah menetapkan segalanya bahkan sebelum manusia lahir ke dunia.

​Menjelang akhir kajian, Ojun menjelaskan hikmah di balik dirahasiakannya takdir manusia. Ia mengutip QS. Al-A’raf: 56, “Inna rahmatallahi qaribum minal muhsinin” (Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik).

​”Seandainya manusia mengetahui rahasia apakah ia akan celaka atau bahagia, maka mereka akan meninggalkan amal. Oleh karena itu, tanda seseorang mendapatkan anugerah Allah adalah ketika ia senantiasa istikamah dalam kebaikan,” pungkasnya.

​Melengkapi kajian tersebut, Kepala Kantor Kemenhaj Majalengka, H. Abu Mansyur, S.Ag., M.Pd.I., memberikan taujih atau penguatan bagi para ASN yang hadir. Ia menekankan pentingnya mengintegrasikan pemahaman tauhid dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Penyuluh Agama KUA Malausma: Puasa Adalah Perisai dan Pengendali Produktivitas ASN

​Ia menyampaikan bahwa pemahaman mengenai ketetapan Allah seharusnya membuat ASN bekerja lebih tenang namun tetap profesional. Menurutnya, bekerja melayani umat adalah bagian dari ikhtiar (kasab) yang harus dilakukan dengan sepenuh hati, sementara hasil dan keberhasilannya diserahkan sepenuhnya kepada ketentuan Allah SWT. Hal ini diharapkan dapat menghindarkan ASN dari sifat sombong saat berhasil dan sifat putus asa saat menghadapi kendala dalam pekerjaan.

​Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan sesi informasi penting dari Kepala Subbag TU Kemenag Majalengka, H. Heru Hoerudin, sebagai penutup seluruh rangkaian pembinaan mental tersebut.

Kontributor : Endang Mu’min

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

🌙 Menuju Idul Fitri 1447 H

0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik

Playlist Video Kemenag Majalengka