Jatiwangi (KEMENAG) – Keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 10 Majalengka menyelenggarakan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan penuh khidmat. Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan kampus tersebut dilaksanakan pada Jumat (23/01/2026) pagi, dengan melibatkan seluruh siswa, guru, serta staf Tata Usaha.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW”. Kegiatan tersebut merupakan realisasi program kerja Bidang 1 (Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa) dari Pengurus OSIS Masa Bakti Tahun 2026. Suasana religius sudah terasa sejak pagi hari, di mana lantunan selawat dari Tim Hadroh Syubannul Yaum menyambut kedatangan para jamaah dengan syahdu.
Kepala MTsN 10 Majalengka, H. Dadang, S.Ag., M.Pd.I., secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana di bawah komando Bapak Abidin, S.Ag., yang telah mempersiapkan acara dengan matang.
Dadang menekankan bahwa peringatan Isra Mikraj jangan hanya dipandang sebagai seremoni tahunan, melainkan sebagai titik balik perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
“Peringatan ini adalah momentum transformasi diri bagi kita semua. Meneladani Rasulullah berarti berupaya menyelaraskan antara kecerdasan intelektual dengan keluhuran budi pekerti. Saya berharap anak-anakku sekalian dapat mengambil hikmah besar dari perjalanan spiritual Baginda Nabi,” ujar Dadang dalam sambutannya.
Penyampaian tausiyah pada peringatan tahun ini menghadirkan nuansa berbeda dengan tampilnya dua generasi pendakwah di atas mimbar.
Pertama, Arya Fazarudin, yang menjabat sebagai Ketua OSIS MTsN 10 Majalengka, memberikan pesan inspiratif dari perspektif pelajar. Ia mengajak rekan-rekannya untuk mengimplementasikan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Puncak acara diisi oleh penceramah utama, Ustadz Ahmad Rojali, S.Pd.I., dari MAN 3 Majalengka. Dalam ceramahnya yang lugas, ia mengupas tuntas urgensi perintah shalat lima waktu yang menjadi “oleh-oleh” utama dari perjalanan Isra Mikraj.
“Meneladani akhlak Rasulullah harus dimulai dari kedisiplinan menjaga shalat. Shalat bukan sekadar kewajiban yang menggugurkan beban, melainkan kebutuhan spiritual untuk menjaga hati dan perilaku kita dari perbuatan keji dan munkar,” tegas Ahmad di hadapan ratusan siswa.
Ia juga menambahkan bahwa kunci kesuksesan seorang pelajar terletak pada keseimbangan antara ikhtiar belajar dan ketaatan kepada Sang Pencipta.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap besar agar seluruh siswa MTsN 10 Majalengka mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kokoh melalui kedisiplinan shalat tepat waktu.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan seluruh civitas akademika MTsN 10 Majalengka dalam menjalani tahun ajaran 2026.
Kontributor : Endang Mu’min/Tri Puji Lestari



Komentar