Berita Daerah MAN

Ubah Pola Belajar Sosiologi, MAN 3 Majalengka Dorong Siswa Belajar melalui Riset

Jatiwangi (KEMENAG) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka menerapkan metode learning by research dalam pembelajaran Sosiologi untuk siswa kelas XII sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman terhadap fenomena sosial. Pembelajaran berbasis penelitian tersebut dilaksanakan di ruang kelas MAN 3 Majalengka, Kamis (3/9/2026).

Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya menerima materi secara teoretis, tetapi diarahkan untuk memahami konsep Sosiologi melalui proses penelitian sederhana. Siswa dilibatkan dalam mengidentifikasi permasalahan sosial, melakukan pengamatan, mengumpulkan data, menganalisis informasi, hingga menyusun kesimpulan.

Guru Sosiologi MAN 3 Majalengka, Sudirman, S.Pd., mengatakan penerapan learning by research dirancang untuk mengubah pembelajaran menjadi lebih aktif, kontekstual, dan aplikatif. Menurutnya, pendekatan penelitian membantu siswa menghubungkan materi yang dipelajari dengan kondisi sosial yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui pendekatan riset, siswa merasa lebih tertantang untuk memahami materi secara mendalam, seperti permasalahan sosial dalam arus globalisasi. Mereka tidak sekadar menghafal teori, tetapi mampu mengorelasikan konsep Sosiologi dengan realitas dinamika masyarakat saat ini,” ujar Sudirman.

Dalam pelaksanaannya, siswa mengikuti sejumlah tahapan penelitian sederhana. Mereka terlebih dahulu menentukan persoalan yang akan dikaji, kemudian mengumpulkan informasi berdasarkan pengamatan dan sumber yang tersedia. Data tersebut selanjutnya dianalisis untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sukseskan Pendataan TKA, Kemenag Majalengka Gelar Sosialisasi

Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari peserta didik. Proses pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung membuat mereka memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat, menguji informasi, serta melihat persoalan sosial dari berbagai sudut pandang.

Kepala MAN 3 Majalengka turut mengapresiasi penerapan pembelajaran berbasis riset tersebut. Menurutnya, inovasi pembelajaran diperlukan agar proses pendidikan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan yang dapat digunakan dalam menghadapi persoalan di masyarakat.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi langkah kreatif para guru dalam memperkaya metode pembelajaran. Pendekatan learning by research ini sejalan dengan komitmen madrasah untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki nalar kritis dan solutif terhadap dinamika sosial di masyarakat,” ungkapnya.

Penerapan metode learning by research juga diarahkan untuk mengembangkan kemandirian siswa dalam belajar. Melalui proses penelitian, siswa dilatih untuk menentukan persoalan, mencari informasi, mengolah data, serta menyampaikan hasil pemikirannya secara sistematis.

Sebagai tindak lanjut, MAN 3 Majalengka merencanakan penyusunan laporan hasil riset sederhana yang akan dipresentasikan oleh siswa secara berkala. Pendekatan serupa juga diharapkan dapat dikembangkan pada mata pelajaran lain sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan pembelajaran.

H-1 Perkemahan, Pembina Pramuka MTsN 11 Majalengka Berikan Pengarahan kepada Seluruh Peserta

Penerapan pembelajaran berbasis riset tersebut menjadi salah satu langkah MAN 3 Majalengka dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih aktif dan kontekstual. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak hanya memahami Sosiologi sebagai kumpulan teori, tetapi mampu menggunakan pengetahuan tersebut untuk membaca dan memahami berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.

Kontributor  : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *