Berita Daerah MAN

Upaya Tingkatkan Kesehatan Remaja, Mahasiswi Kebidanan Gelar Penelitian Dismenore di MAN 2 Majalengka

Rajagaluh (KEMENAG) — Upaya meningkatkan kesehatan reproduksi remaja terus dilakukan melalui berbagai kegiatan penelitian. Salah satunya dilakukan mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan Universitas Bhakti Husada Indonesia, Nabila Nurelisah, yang menggelar penelitian mengenai dismenore atau nyeri menstruasi pada remaja putri di MAN 2 Majalengka.

Penelitian bertajuk “Hubungan Antara Pengetahuan Personal Hygiene dan Pola Makan Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di MAN 2 Majalengka” ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai kebersihan diri (personal hygiene) dan pola makan dengan kejadian dismenore pada murid.

Kegiatan penelitian dilaksanakan setelah memperoleh izin resmi dari Kepala MAN 2 Majalengka, H. Dodo Sunandi, M.Pd. Sebanyak 121 siswi kelas XII dilibatkan sebagai responden dengan metode total sampling dalam penelitian kuantitatif berdesain cross-sectional yang dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026).

Dalam proses pengumpulan data, para responden diminta mengisi kuesioner yang memuat pertanyaan mengenai kebiasaan menjaga kebersihan organ reproduksi serta pola konsumsi makanan sehari-hari. Data tersebut akan dianalisis untuk mengetahui keterkaitan kedua faktor tersebut dengan kejadian nyeri menstruasi pada remaja.

Kepala MAN 2 Majalengka, Dodo menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut. Menurutnya, kegiatan akademik yang melibatkan sekolah tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran kesehatan murid.

Sukseskan Pendataan TKA, Kemenag Majalengka Gelar Sosialisasi

“Kami menyambut baik pelaksanaan penelitian ini karena hasilnya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus edukasi bagi para murid agar lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan menerapkan pola makan yang sehat. Semoga penelitian ini memberikan manfaat, baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun bagi peningkatan kesehatan remaja di MAN 2 Majalengka,” ujar Dodo.

Nabila menjelaskan, penelitian ini dilatarbelakangi masih tingginya angka kejadian dismenore, baik di tingkat global maupun nasional. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di MAN 2 Majalengka, sebagian besar murid mengaku sering mengalami nyeri saat menstruasi yang berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk konsentrasi belajar di madrasah.

Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pentingnya edukasi personal hygiene dan penerapan pola makan bergizi seimbang sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi remaja.

Hasil penelitian nantinya diharapkan menjadi bahan masukan bagi sekolah maupun tenaga kesehatan dalam menyusun program edukasi kesehatan reproduksi. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat mendorong remaja putri agar lebih peduli terhadap kebersihan diri dan menerapkan pola hidup sehat guna meminimalkan risiko terjadinya dismenore.

Kontributor: Reni Tania Nurmala

H-1 Perkemahan, Pembina Pramuka MTsN 11 Majalengka Berikan Pengarahan kepada Seluruh Peserta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *