Jatiwangi (KEMENAG) — Target juara tidak sekadar menjadi harapan bagi peserta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bidang Kimia MAN 3 Majalengka. Persiapan intensif terus dilakukan untuk menghadapi persaingan dengan peserta terbaik dari berbagai madrasah dan sekolah di Kabupaten Majalengka. Pemantapan materi, latihan soal, hingga simulasi kompetisi menjadi bagian dari persiapan yang dilakukan menjelang pelaksanaan OMI, Senin (7/9/2026).
Peserta OMI bidang Kimia MAN 3 Majalengka dipersiapkan tidak hanya untuk menguasai materi pembelajaran, tetapi juga menghadapi karakter soal olimpiade yang menuntut kemampuan berpikir analitis, ketelitian, dan penguasaan konsep secara mendalam.
Pembinaan dilakukan secara terarah dengan memetakan materi yang berpotensi muncul dalam kompetisi. Para peserta juga diberikan latihan soal dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan tuntutan kompetisi agar terbiasa menghadapi persoalan yang membutuhkan penalaran dan ketepatan dalam menentukan jawaban.
Guru Pembimbing Mata Pelajaran Kimia MAN 3 Majalengka, Budiman Apriossa, S.Pd., mengatakan persiapan peserta telah dilakukan melalui pemantapan konsep dan latihan soal secara intensif.
“Anak-anak telah melalui proses pemantapan materi yang intensif. Kami fokus pada penguatan pemahaman konsep mendalam dan latihan penyelesaian soal-soal kompetisi. Dengan persiapan matang ini, peserta OMI bidang Kimia MAN 3 Majalengka siap menantang para pesaing di tingkat kabupaten dan optimistis mampu meraih tiket menuju tingkat provinsi,” ujar Budiman.
Menurutnya, penguasaan konsep menjadi salah satu modal utama dalam menghadapi kompetisi Kimia. Peserta tidak cukup hanya menghafal rumus, tetapi harus mampu memahami hubungan antarkonsep dan menerapkannya dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan.
Selain kemampuan akademik, pembinaan juga diarahkan untuk membangun kesiapan mental peserta. Tekanan waktu dan tingkat kesulitan soal menjadi bagian yang disimulasikan agar siswa memiliki pengalaman menghadapi situasi kompetisi sebelum berhadapan langsung dengan peserta dari madrasah dan sekolah lain.
Pihak madrasah juga menyiapkan evaluasi secara berkala terhadap hasil latihan. Setiap kesalahan dalam pengerjaan soal menjadi bahan untuk mengetahui bagian materi yang masih perlu diperkuat.
Tahapan tersebut menjadi penting karena OMI bukan hanya menguji seberapa banyak materi yang dikuasai peserta, tetapi juga kemampuan mengolah informasi, menganalisis persoalan, dan mengambil keputusan secara tepat dalam waktu yang terbatas.
Sebagai langkah lanjutan, pembinaan akan terus dilakukan melalui simulasi ujian berbasis waktu, pendalaman materi, dan evaluasi hasil latihan hingga peserta benar-benar siap mengikuti kompetisi.
Optimisme untuk meraih hasil terbaik pun terus dibangun. Jika mampu menempati posisi terbaik di tingkat Kabupaten Majalengka, peserta OMI Kimia MAN 3 Majalengka berpeluang melanjutkan perjuangan ke tingkat provinsi.
Keikutsertaan dalam OMI sekaligus menjadi ruang bagi MAN 3 Majalengka untuk mengukur kemampuan akademik siswanya di tengah persaingan antarmadrasah dan sekolah. Prestasi yang diraih nantinya diharapkan dapat menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki kemampuan sains yang mampu bersaing di berbagai tingkatan.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, peserta OMI Kimia MAN 3 Majalengka kini tidak hanya datang untuk berkompetisi. Mereka membawa satu target yang jelas: merebut prestasi terbaik di tingkat Kabupaten Majalengka dan membuka jalan menuju tingkat provinsi.
Kontributor : Firman Saefatullah


Komentar