Jatiwangi (Kemenag) — MTsN 2 Majalengka melaksanakan pengarahan kepada perwakilan setiap kelas sebagai bagian dari upaya memperkuat program pengelolaan sampah di lingkungan madrasah. Pengarahan disampaikan oleh Ade Yeni Sukmayanti, S.T., selaku Koordinator Tim Pengelola Sampah MTsN 2 Majalengka. Selasa, (1/9/2026),
Dalam pengarahan tersebut, para siswa diarahkan untuk mulai melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Pemilahan ini menjadi langkah awal agar sampah dapat dikelola dengan lebih baik serta memudahkan proses pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.
Selain pemilahan sampah, siswa juga diarahkan untuk menyiapkan galon bekas yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai wadah pembuatan kompos. Pemanfaatan barang bekas tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran siswa dalam mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Tidak hanya itu, siswa juga diberikan arahan untuk memisahkan sampah sisa Makanan Bergizi Gratis (MBG), khususnya sampah organik seperti kulit buah-buahan. Sampah organik tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan eco enzyme, sehingga sisa makanan tidak langsung berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat.
Ade menyampaikan harapannya agar program pengelolaan sampah tersebut dapat berjalan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan. Selain menciptakan lingkungan madrasah yang lebih bersih, program ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai produk dari hasil pengolahan sampah.
“Harapannya kegiatan ini dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan dan dapat menghasilkan produk. Tentunya diperlukan dukungan dan kerja sama dari seluruh warga MTs. Program ini tidak hanya bisa berhasil oleh satu atau sekelompok orang, tetapi perlu adanya kerja sama dari seluruh warga MTs,” ujar Ade.
Melalui kegiatan tersebut, MTsN 2 Majalengka berupaya membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Keterlibatan seluruh warga madrasah diharapkan dapat menjadikan budaya memilah dan mengolah sampah sebagai kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.


Komentar