Jatiwangi (Kemenag) — Perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan koleksi buku. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, perpustakaan dituntut menjadi pusat literasi yang mampu menghadirkan layanan cepat, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital.
Semangat itulah yang mendorong pengurus dan pustakawan MAN 3 Majalengka mengikuti secara daring Seminar Nasional “Membangun Kapasitas Pustakawan untuk Mendukung Transformasi Digital Perpustakaan” pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pengelola perpustakaan agar mampu menghadirkan layanan yang lebih inovatif dan berkualitas.
Menjawab Tantangan Perubahan Zaman
Transformasi digital menghadirkan tantangan baru bagi dunia perpustakaan. Pustakawan tidak hanya dituntut mampu mengelola koleksi, tetapi juga harus menguasai teknologi informasi yang mendukung pelayanan kepada pemustaka.
Melalui seminar tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pengembangan perpustakaan digital, penguatan literasi informasi, pemanfaatan teknologi dalam layanan perpustakaan, hingga strategi membangun budaya membaca di era digital.
Bagi MAN 3 Majalengka, peningkatan kompetensi pustakawan merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan layanan pendidikan yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Komitmen Madrasah Menguatkan Literasi
Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki posisi penting dalam mendukung proses pembelajaran di madrasah. Karena itu, peningkatan kapasitas pengurus dan pustakawan harus terus menjadi perhatian.
“Perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran di madrasah. Karena itu, peningkatan kompetensi pustakawan harus terus dilakukan agar mampu menghadirkan layanan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan semakin bermanfaat bagi seluruh warga madrasah,” ujar Ela.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menyangkut kesiapan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan yang profesional. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama seminar dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di MAN 3 Majalengka.
Belajar, Berdiskusi, dan Berbagi Inspirasi
Seminar berlangsung dalam suasana yang interaktif. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias, mulai dari pemaparan materi, diskusi, hingga berbagi pengalaman mengenai pengelolaan perpustakaan di masing-masing satuan pendidikan.
Kepala Perpustakaan MAN 3 Majalengka, Heni Supartini, S.S., menilai forum tersebut menjadi ruang belajar yang memberikan banyak inspirasi bagi para pustakawan.
“Seminar ini memberikan banyak wawasan baru tentang pengelolaan perpustakaan di era digital. Kami memperoleh berbagai ide yang dapat diterapkan untuk mengembangkan layanan perpustakaan agar lebih mudah diakses, inovatif, dan mampu meningkatkan budaya literasi di madrasah,” ungkap Heni.
Ia menjelaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berbicara mengenai penggunaan aplikasi atau perangkat teknologi. Lebih dari itu, perubahan pola pelayanan juga menjadi bagian penting agar perpustakaan semakin dekat dengan kebutuhan peserta didik.
Dari Seminar Menuju Aksi Nyata
Berbagai gagasan yang diperoleh selama seminar akan menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam mengembangkan layanan Perpustakaan MAN 3 Majalengka. Beberapa program yang akan diperkuat di antaranya pengembangan sistem otomasi, perluasan koleksi digital (e-library), serta peningkatan layanan informasi berbasis teknologi.
Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah lanjutan setelah Perpustakaan MAN 3 Majalengka berhasil meraih Akreditasi B pada Februari 2026. Capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu layanan dan tata kelola perpustakaan.
Menjadikan Perpustakaan sebagai Ruang Inspirasi
Heni berharap perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang yang mampu menumbuhkan semangat belajar dan kreativitas peserta didik.
“Kami ingin perpustakaan menjadi ruang yang hidup, tempat peserta didik tidak hanya membaca buku, tetapi juga menemukan inspirasi, mengembangkan kreativitas, dan membangun budaya belajar sepanjang hayat,” tuturnya.
Semangat yang dibawa dari seminar nasional ini diharapkan menjadi energi baru bagi pengelola perpustakaan MAN 3 Majalengka untuk terus berinovasi. Dengan pustakawan yang kompeten dan layanan yang semakin modern, perpustakaan diharapkan mampu menjadi pusat literasi yang mendukung lahirnya generasi madrasah yang cerdas, adaptif, dan berkarakter.
Kontributor : Firman Saefatullah (HUMAS MAN 3 Majalengka)
Editor: D.Win


Komentar