Berita Daerah
Beranda » Berita » Wujudkan Madrasah Berwawasan Lingkungan, MAN 3 Majalengka Galakkan Gerakan Ekoteologi

Wujudkan Madrasah Berwawasan Lingkungan, MAN 3 Majalengka Galakkan Gerakan Ekoteologi

Jatiwangi (KEMENAG) — Memasuki kawasan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Majalengka, atmosfer sejuk dan asri langsung terasa, membedakannya dari kawasan urban di sekitarnya. Melalui komitmen kolektif seluruh warga madrasah, MAN 3 Majalengka kini semakin memantapkan posisinya sebagai institusi pendidikan berwawasan lingkungan. Lewat kolaborasi dinamis antara guru dan siswa, sudut-sudut madrasah disulap menjadi area hijau yang produktif dan estetis.

​Gerakan penghijauan ini bukan sekadar aktivitas agrikultur biasa, melainkan implementasi nyata dari konsep ekoteologi yang diusung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Konsep ini mengintegrasikan kepedulian terhadap kelestarian alam dengan nilai-nilai spiritual dan teologis keagamaan.

Slogan “Tanam Aja Dulu” Jadi Pemantik Semangat

​Langkah strategis ini diambil guna menciptakan ekosistem belajar yang rindang, sehat, dan kondusif. Siti Solihat, S.Pd., selaku guru penanggung jawab taman madrasah, menyatakan bahwa penerapan prinsip ekoteologi di lingkungan sekolah kini telah menjadi sebuah urgensi.

​”Orientasi pembuatan lingkungan madrasah yang asri ini sangat krusial. Jika lingkungan sekolah hijau dan segar, para siswa dapat belajar dengan tenang, dan seluruh warga madrasah pun akan merasa lebih nyaman dalam menjalankan aktivitas akademik sehari-hari,” ungkap Siti.

Kakanwil Kemenag Jabar Monev KUA Sumberjaya: Tekankan Kebersihan dan Siapkan Program Rehabilitasi

​Arah gerakan hijau ini mendapat dukungan penuh dari pihak manajemen. Kepala MAN 3 Majalengka, Hj. Ela Nurlaela, M.Pd., secara konsisten mengobarkan semangat kepada seluruh warga sekolah melalui pesan yang sederhana namun sarat makna.

​”Tanam aja dulu!” tegas Ela.

Ia menambahkan bahwa slogan tersebut sengaja dipilih agar ringan diucapkan dan mudah diimplementasikan. Menurutnya, tidak ada alasan bagi manusia untuk menunda-nunda menjaga kelestarian bumi. “Di tempat mana saja dan pada waktu kapan saja, kita sebenarnya memiliki kesempatan untuk menanam,” tambahnya.

Solusi Kreatif di Tengah Keterbatasan Lahan

​Padatnya bangunan sekolah dan keterbatasan lahan horizontal tidak menjadi penghalang bagi warga MAN 3 Majalengka. Berpatokan pada arahan pimpinan, mereka menelurkan berbagai inovasi dalam memanfaatkan ruang-ruang kosong melalui metode berikut:

Tinjau Pembangunan KUA Sukahaji Berdana SBSN, Kakanwil Kemenag Jabar Apresiasi Progres Capaian Kerja

  • Pemanfaatan Lahan Vertikal (Vertical Gardening): Menyiasati keterbatasan ruang dengan menggunakan media pot horizontal dan vertikal. Menariknya, pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam juga difungsikan sebagai edukasi daur ulang (recycling).
  • Aksi Kolaboratif Sinergis: Guru dan siswa bahu-membahu mulai dari merakit instalasi pot, menanam bibit, hingga menyusun jadwal penyiraman harian. Kolaborasi ini berhasil membangun komunikasi dan harmonisasi yang berdampak positif pada dinamika belajar di dalam kelas.
  • Tanggung Jawab Berkelanjutan: Setiap kelas memegang komitmen untuk merawat tanaman secara berkala. Sistem ini menumbuhkan kepedulian sosial, sehingga tercipta iklim saling mengingatkan dan saling membantu antarwarga madrasah.

Ekoteologi Membentuk Karakter Sepanjang Hayat

​Ke depan, pihak madrasah berharap habituasi positif ini tidak hanya berhenti di gerbang sekolah. Semangat “Tanam Aja Dulu” diharapkan dapat terinternalisasi menjadi karakter dan gaya hidup (lifestyle) siswa yang dibawa hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

​Aksi nyata MAN 3 Majalengka membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukanlah hambatan untuk melestarikan alam. Lewat pendekatan ekoteologi dan kerja sama yang solid, madrasah berhasil menciptakan paru-paru hijau di lingkungan sekolah. Bagi masyarakat luas, gerakan ini menjadi inspirasi segar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil, kapan saja, dan oleh siapa saja.

Kontributor: Firman Saefatullah

Editor: Dwi Winarti

Pengawas Pembina Monitoring Awal Tahun Pelajaran di MAN 3 Majalengka

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *