Ligung (KEMENAG) – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, mempersiapkan materi penyuluhan secara matang sebelum melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) di majelis taklim binaan masing-masing. Rabu (7/10/2026).
Kegiatan persiapan materi tersebut dilakukan oleh H. Taskiah, S. Sos. dan Nok Anisa, S.HI., dengan menyusun bahan penyuluhan sesuai dengan spesialisasi masing-masing. Langkah ini merupakan bentuk komitmen penyuluh dalam memberikan layanan keagamaan yang terarah, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Taskiah yang memiliki spesialisasi di bidang kerukunan umat menyusun materi Bimluh dengan tema “Strategi Memberdayakan Umat untuk Mewujudkan Lingkungan yang Rukun.” Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga toleransi, mempererat ukhuwah, membangun komunikasi yang baik, serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah kehidupan bermasyarakat.
Rencananya, Taskiah akan menyampaikan materi tersebut di Majelis Taklim Ar Rohman, Desa Leuwiliang Baru, Kecamatan Ligung, yang merupakan salah satu majelis taklim binaannya, dan rutin dilaksanakan setiap hari rabu pagi.

Sementara itu, Nok Anisa yang memiliki spesialisasi dalam bidang pengentasan buta huruf Al-Qur’an, mempersiapkan materi penyuluhan bertema “Mewujudkan Keluarga Pecinta Al-Qur’an.” Materi ini diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan anggota keluarga terhadap Al-Qur’an melalui pembiasaan membaca, mempelajari, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Nok Anisa dijadwalkan melaksanakan kegiatan Bimluh di Majelis Taklim Al Istiqomah, Blok Rabu, Desa Wanasalam, Kecamatan Ligung. Melalui penyuluhan tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan Al-Qur’an dalam keluarga sebagai fondasi pembentukan karakter generasi yang berakhlak mulia.
Persiapan materi sebelum turun ke majelis taklim menjadi bagian penting dari profesionalisme Penyuluh Agama Islam. Dengan materi yang terencana dan sesuai dengan bidang keahlian, kegiatan penyuluhan diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi mampu memberikan pemahaman, motivasi, serta perubahan positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat.
Kepala KUA Kecamatan Ligung, H. Mahmud Ro’i, S.EI., menyampaikan apresiasi atas kesungguhan para Penyuluh Agama Islam dalam mempersiapkan materi sebelum melaksanakan tugas pembinaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, penyuluhan agama yang baik harus didukung oleh persiapan yang matang, penguasaan materi, serta pemahaman terhadap kebutuhan jamaah. Setiap penyuluh juga diharapkan dapat mengoptimalkan spesialisasi yang dimiliki agar materi yang disampaikan lebih fokus, mudah dipahami, dan memberikan manfaat nyata.
“Persiapan materi merupakan salah satu kunci keberhasilan penyuluhan. Saya berharap para Penyuluh Agama Islam KUA Ligung senantiasa meningkatkan kompetensi, menyampaikan materi sesuai bidang spesialisasinya, serta memberikan bimbingan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kehadiran penyuluh benar-benar dirasakan manfaatnya dalam mewujudkan umat yang rukun, religius, dan berakhlak mulia,” harapnya.
Mahmud Ro’i juga berharap agar kegiatan penyuluhan di majelis taklim terus dikembangkan sebagai sarana pembinaan umat yang efektif. Melalui sinergi antara KUA, Penyuluh Agama Islam, pengelola majelis taklim, dan masyarakat, berbagai program pembinaan keagamaan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan persiapan yang baik dan materi yang berkualitas, Penyuluh Agama Islam KUA Ligung diharapkan mampu menjalankan perannya secara optimal sebagai pembimbing, pendamping, sekaligus penggerak masyarakat dalam memperkuat kerukunan umat dan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kontributor: Maman Sulaeman


Komentar