Talaga (KEMENAG) — Guna membekali peserta didik dengan keterampilan vokasional dan kewirausahaan, MAN 1 Majalengka menyelenggarakan kegiatan pembinaan ekstrakurikuler Tata Busana. Kegiatan orientasi awal yang ditujukan bagi siswi kelas X tersebut berlangsung di Ruang Kelas MAN 1 Majalengka, Jumat (7/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali usai pelaksanaan ibadah salat Jumat melalui apel bersama seluruh anggota ekstrakurikuler di area madrasah. Setelah apel selesai, para anggota ekstrakurikuler Tata Busana diarahkan menuju ruang kelas untuk menerima pembinaan khusus dari Pembina Ekstrakurikuler Tata Busana, Nonoh Muawanah, S.Pd.
Dalam pembinaan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan komprehensif terkait rancangan Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tata Busana. Pematerian mencakup pemahaman tujuan program, peta materi keterampilan menjahit dan mendesain, tahapan kegiatan, jadwal pelaksanaan, hingga kesiapan sesi praktik kerja busana mendatang.
Pembina Ekstrakurikuler Tata Busana MAN 1 Majalengka, Nonoh Muawanah, S.Pd., menyampaikan pentingnya penguasaan keterampilan praktis bagi para siswi di samping pencapaian akademik.
“Program diklat Tata Busana ini diharapkan dapat menjadi bekal nyata bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas di bidang tata busana. Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga akan mengikuti berbagai kegiatan praktik secara langsung demi mengasah ketelitian, kedisiplinan, dan kemandirian,” ujar Nonoh.
Sementara itu, salah satu siswi kelas X peserta ekstrakurikuler menyuarakan antusiasmenya dalam mengikuti pengarahan awal tersebut.
“Kami sangat bersemangat mengikuti pembinaan ini karena materi tata busana memberikan peluang besar bagi kami untuk menyalurkan bakat merancang dan membuat pakaian. Pembekalan dari pembina membuat kami semakin siap menghadapi sesi praktik diklat mendatang,” ungkapnya.
Melalui program diklat terstruktur ini, ekstrakurikuler Tata Busana MAN 1 Majalengka berkomitmen memberikan ruang optimal bagi peserta didik untuk menguasai teknik tata busana secara teori maupun praktik. Sebagai tindak lanjut, pelatihan keterampilan menjahit dan kreasi busana akan dilaksanakan secara berkala guna melahirkan karya-karya inovatif siswa.
Semoga pembinaan kemandirian dan keterampilan vokasional ini dapat mencetak generasi muda madrasah yang kreatif, berkarakter, dan berjiwa wirausaha, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu serta variasi layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar