Sindang (KEMENAG) – Semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan mewarnai pelaksanaan Gerakan Bersama (Geber) Jum’at tingkat Kecamatan Sindang pada Jumat (7/8/2026). Berlokasi di Lapangan Desa Sindang, aksi gotong royong ini diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, unsur keagamaan, hingga mahasiswa.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarinstansi sekaligus menjaga kebersihan, kerapian, dan keasrian lingkungan di wilayah Desa Sindang.
Aksi kebersihan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Sindang, Anih Rehnawati, S.S.T.P., M.Si., beserta jajaran pejabat kecamatan, Kepala Desa Sindang Yaya Suryadi, serta jajaran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sindang. Kehadiran para mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Universitas Abdul Halim Mojokerto turut menambah energi dan keakraban suasana kerja bakti tersebut.
Dalam sambutannya sebelum kegiatan dimulai, Camat Sindang, Anih Rehnawati, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi lintas sektor yang terjalin dengan sangat baik.
“Lewat ‘Geber Jum’at’ ini, kita tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga memupuk nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong. Lingkungan yang bersih adalah cerminan dari hati dan jiwa yang sehat. Semoga aksi nyata yang kita lakukan pagi ini membawa keberkahan dan nilai ibadah bagi kita semua,” ujar Anih.
Ia juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada jajaran KUA Sindang, pemerintah desa, serta mahasiswa PPL Universitas Abdul Halim Mojokerto yang hadir dengan antusiasme tinggi sehingga membawa semangat baru di tengah masyarakat.
Kolaborasi Lintas Generasi dan Instansi
Usai mendapat pengarahan, seluruh peserta turun ke lapangan secara bersama-sama. Penyuluh Agama Islam KUA Sindang, mahasiswa PPL, dan aparatur desa bahu-membahu membersihkan area di sekeliling Lapangan Desa Sindang.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Sindang, Yaya Suryadi, turut mengutarakan rasa terima kasihnya atas dipilihnya Desa Sindang sebagai pusat kegiatan pekan ini. Menurutnya, kehadiran jajaran kecamatan, instansi keagamaan, dan akademisi dapat menjadi pemantik semangat warga sekitar untuk merawat kebersihan lingkungan secara mandiri dan berkesinambungan.
Kontributor: Sayid Abdullah Yahya


Komentar