Talaga (KEMENAG) — Guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi serta menciptakan suasana belajar yang modern dan adaptif, mata pelajaran Pendidikan Pancasila MAN 1 Majalengka menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) interaktif berbasis Smart Board. Pembelajaran inovatif tersebut berlangsung di Ruang Perpustakaan MAN 1 Majalengka, Senin (24/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi “Penjabaran Nilai-Nilai Pancasila” oleh guru pengampu kepada para siswa kelas XI-10. Menggunakan model Problem-Based Learning berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), guru memanfaatkan fitur interaktif Smart Board untuk menyajikan peta konsep dinamik dan kuis interaktif. Para siswa diajak menganalisis langsung penerapan konkret kelima nilai dasar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari nilai toleransi beragama, sikap empati anti-bullying, kerukunan, musyawarah mufakat, hingga keadilan sosial di lingkungan sekolah.
Inovasi pembelajaran digital ini dirancang untuk mengubah pemahaman materi kewarganegaraan yang abstrak menjadi lebih konkret, visual, dan menarik. Pemanfaatan Smart Board terbukti ampuh mendorong partisipasi aktif peserta didik, mengasah daya analisis kritis, serta menguatkan pemahaman nilai-nilai karakter bangsa melalui media teknologi terkini.

Guru Pendidikan Pancasila MAN 1 Majalengka, Amelia Siti Marwah, S.Pd., menyampaikan pentingnya transformasi media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar siswa.
“Penggunaan Smart Board dalam materi Penjabaran Nilai Pancasila ini bertujuan agar siswa tidak hanya menghafal teks, tetapi mampu memvisualisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai karakter tersebut secara nyata. Integrasi teknologi TPACK ini terbukti membuat suasana kelas menjadi jauh lebih interaktif, menyenangkan, dan efektif,” ujar Amelia.
Sementara itu, Fahmi Aspahani Abdul Aziz, siswa kelas XI-10 yang berpartisipasi aktif dalam KBM tersebut, menyuarakan antusiasmenya atas metode belajar berbasis digital yang diterapkan.
“Pembelajaran hari ini sangat seru dan tidak membosankan. Melalui kuis interaktif dan tampilan peta konsep visual di Smart Board, kami bisa memahami penerapan nilai-nilai Pancasila secara lebih gampang dan jelas. Kami jadi makin semangat untuk terlibat aktif berdiskusi di dalam kelas,” tutur Fahmi.
Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah berencana menggelar penguatan kapasitas penguasaan media pembelajaran interaktif bagi pendidik lainnya guna memperluas efektivitas pembelajaran berbasis digital di seluruh jenjang kelas.
Diharapkan penguasaan media Smart Board oleh guru dapat terus ditingkatkan dan ditularkan kepada pengajar lain, sehingga integrasi teknologi dalam materi kewarganegaraan dapat konsisten menciptakan suasana kelas yang modern, efektif, dan menyenangkan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas dan mutu layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar