Jakarta (KEMENAG) — Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka turut serta menghadiri Dzikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (1/8/2026). Dalam perhelatan besar yang dihadiri oleh ASN lintas kementerian dan masyarakat umum tersebut, panitia menerapkan sistem penertiban administrasi kehadiran berbasis digital melalui aplikasi absensi daring khusus.
Sejak tiba di lokasi kegiatan, seluruh peserta diwajibkan melakukan pencatatan kehadiran secara digital. Sistem ini memanfaatkan teknologi pembatasan radius (geofencing) yang telah ditentukan oleh panitia, dengan tautan akses aplikasi yang sebelumnya telah dibagikan melalui masing-masing ketua rombongan.
Salah satu peserta rombongan Kemenag Majalengka sekaligus ASN MAN 1 Majalengka, Wawan Abdul Gani, M.Ag., membagikan pengalamannya saat melakukan proses verifikasi kehadiran di lokasi acara. Ia mengungkapkan bahwa kendati sempat terkendala oleh stabilitas jaringan internet akibat padatnya lokasi, seluruh proses absensi digital tetap dapat diselesaikan dengan lancar.
“Aplikasi absensi online ini sangat bagus untuk memastikan ketertiban dan akurasi data kehadiran peserta. Walau sempat ada sedikit kendala jaringan karena padatnya lokasi, alhamdulillah prosesnya berhasil. Selain sistem digital ini, panitia juga tetap menyiapkan daftar hadir offline di dalam bus sebagai rekapitulasi ganda. Langkah ini sangat patut diapresiasi,” ujar Wawan di sela-sela kegiatan.

Usai menyelesaikan tahapan administrasi, para peserta mengikuti seluruh rangkaian Dzikir dan Doa Kebangsaan dengan khusyuk hingga penutupan acara pada pukul 21.30 WIB.
Penerapan absensi digital dalam agenda berskala nasional ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta kedisiplinan partisipasi ASN. Selain itu, kebijakan ini juga mendorong modernisasi layanan administrasi melalui optimalisasi integrasi teknologi di lingkungan Kementerian Agama.
Ke depan, penggunaan sistem administrasi berbasis digital ini diharapkan dapat terus dievaluasi dan ditingkatkan kapasitasnya, khususnya dalam mengantisipasi lonjakan trafik jaringan di lokasi kegiatan besar.
Melalui penyelenggaraan Dzikir dan Doa Kebangsaan ini, ketakwaan kepada Allah SWT diharapkan semakin meningkat serta tali silaturahmi dan kerukunan antarumat beragama di Nusantara dapat terjalin kian kokoh. Di sisi lain, semangat kedisiplinan dan integrasi teknologi yang diterapkan diproyeksikan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas tata kelola serta pelayanan publik di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar