Berita Daerah MAN

Tiga Lapangan, Satu Semangat: Siswa MAN 3 Majalengka Sukses Kawal Upacara HUT ke-81 RI

Jatiwangi (KEMENAG) — Tiga tempat, tiga amanah, dan satu tanggal yang sama. Pada Senin (17/8/2026), siswa MAN 3 Majalengka dipercaya menjadi bagian dari petugas upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di tiga lokasi sekaligus, yakni Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, Kecamatan Jatiwangi, dan lingkungan madrasah.

Bagi sebagian orang, membagi personel untuk tiga upacara dalam satu hari mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi pembina Paskibra MAN 3 Majalengka, Junaedi, S.Pd. dan Gunawan Wicaksono, S.Pd., tantangannya justru dimulai jauh sebelum bendera Merah Putih dikibarkan.

Mereka harus memastikan setiap lokasi memiliki petugas yang siap, sementara waktu latihan terus berjalan dengan jadwal yang terbatas. Tidak boleh ada satu tim pun yang merasa menjadi “tim kedua”. Semua harus disiapkan dengan standar yang sama.

“Sejak awal kami sudah memetakan kebutuhan personel di masing-masing lokasi. Kami melihat kemampuan siswa, kesiapan fisik, kedisiplinan, sekaligus kemampuan mereka bekerja dalam tim,” ujar Junaedi.

Proses pemilihan petugas pun tidak berlangsung sekadar menunjuk siswa. Para calon petugas terlebih dahulu mengikuti latihan, pengamatan, dan evaluasi. Setiap gerakan diperhatikan, mulai dari langkah, sikap sempurna, penghormatan, hingga kemampuan menjaga konsentrasi dalam barisan.

Lestarikan Budaya dan Nilai Sejarah, Warga Desa Gunung Kuning Gelar Ziarah Makam Raden Mas Lumpi

Gunawan Wicaksono menambahkan, pembagian sumber daya manusia menjadi kunci agar tiga agenda dapat berjalan tanpa saling mengganggu.

“Kami membagi siswa berdasarkan kemampuan dan kebutuhan masing-masing tempat. Setelah pembagian dilakukan, pola latihan kami sesuaikan. Ada latihan bersama untuk menyamakan standar, kemudian latihan khusus sesuai kebutuhan setiap tim,” katanya.

Tantangan terbesar muncul pada pengaturan waktu. Siswa tetap harus mengikuti kegiatan belajar dan agenda madrasah, sementara persiapan upacara membutuhkan latihan yang cukup intensif. Karena itu, jadwal latihan disusun secara bertahap agar siswa tidak kehilangan fokus.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan banyaknya waktu latihan. Yang lebih penting adalah efektivitas latihan. Setiap sesi harus punya target yang jelas,” ujar Gunawan.

Dari proses itulah tiga tim kemudian dibentuk. Sebagian siswa mendapat amanah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, sebagian lainnya dipercaya bertugas dalam upacara tingkat Kecamatan Jatiwangi, sementara tim lainnya menjalankan tugas di halaman MAN 3 Majalengka.

MTsN 10 Majalengka Kirim Tujuh Siswa Ikuti OMI 2026

Hari yang ditunggu akhirnya tiba.

Senin pagi, suasana madrasah mulai dipenuhi kesibukan. Para siswa yang mendapat tugas di tiga lokasi bersiap dengan seragam dan perlengkapan masing-masing. Tidak ada lagi ruang untuk ragu. Latihan selama berminggu-minggu harus diterjemahkan menjadi gerakan yang tepat di lapangan.

Di tiga tempat berbeda, mereka menjalankan amanah masing-masing.

Bendera Merah Putih dinaikkan. Barisan berdiri tegak. Aba-aba terdengar. Setiap langkah yang selama ini dilatih berulang kali akhirnya menemukan panggungnya.

Dan ketika seluruh rangkaian upacara selesai, para siswa kembali ke MAN 3 Majalengka.

Keputrian MTsN 7 Majalengka Jadi Ruang Tumbuh Siswi Bekal Ibadah, Karakter, dan Kesehatan Mental

Senyum terlihat di wajah mereka.

Bukan sekadar senyum karena latihan telah berakhir, tetapi senyum lega setelah berhasil menuntaskan tugas yang sejak awal dipercayakan kepada mereka. Tiga lokasi telah dilalui, satu amanah besar telah ditunaikan.

Junaedi dan Gunawan pun turut merasakan kebanggaan tersebut. Bagi keduanya, keberhasilan itu bukan hanya tentang kemampuan siswa menjalankan gerakan Paskibra, tetapi tentang bagaimana mereka belajar mengelola tanggung jawab dalam situasi nyata.

“Ketika melihat mereka kembali ke madrasah dengan senyum dan rasa bangga, semua lelah selama latihan rasanya terbayar,” tutur Junaedi.

Gunawan menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar tentang baris-berbaris, tetapi juga tentang disiplin, kerja sama, kepercayaan, dan tanggung jawab.

“Yang paling membanggakan bukan hanya mereka berhasil bertugas di tiga tempat. Mereka belajar bahwa ketika diberi kepercayaan, mereka harus mampu menjaganya sampai selesai,” katanya.

Tiga lokasi, tiga tim, dan satu momentum kemerdekaan akhirnya menjadi cerita tersendiri bagi MAN 3 Majalengka. Di balik tegapnya barisan dan berkibarnya Merah Putih, ada latihan panjang, pembagian tugas yang cermat, serta kerja keras para siswa dan pembina.

Pada akhirnya, setelah semua selesai, mereka kembali ke halaman madrasah dengan wajah yang sama: lelah, tetapi tersenyum bangga.

Kontributor : Firman Saefatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *