Pangkalanpari (Kemenag) — Keterbatasan sarana tak menghalangi kekhidmatan warga MTsN 15 Majalengka dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (26/8/2026). Memanfaatkan teras ruang Tata Usaha dan selasar kelas akibat belum memiliki fasilitas aula, seluruh siswa dan tenaga pendidik berbaur merayakan momentum kelahiran Rasulullah SAW dengan penuh kehangatan sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Tingkatkan Semangat Belajar dan Disiplin, Wujudkan Pelajar Pancasila Menyongsong Indonesia Emas di HUT RI ke-81”. Melalui tema tersebut, madrasah berupaya mengintegrasikan keteladanan akhlak Nabi dengan penanaman kedisiplinan serta jiwa nasionalisme para peserta didik.
Suasana outdoor justru menghidupkan interaksi. Rangkaian perayaan diisi dengan ulasan hikmah Maulid, pembacaan Barzanji, hingga pelbagai kompetisi keislaman antarkelas yang menguji kreativitas siswa. Gelaran seperti busana muslim, puisi Islami, dan karaoke sholawat menyerap perhatian dan antusiasme warga madrasah.
Pada ajang busana muslim, pasangan Munah dan Aisyah dari kelas 9B berhasil meraih juara pertama, disusul pasangan Nizam dan Imey (kelas 8A) di posisi kedua, serta Yahya dan Aip (kelas 7A) sebagai juara ketiga.
Sementara itu, panggung karaoke sholawat menampilkan Hilya dari kelas 9B sebagai pemenang utama. Juara kedua diraih Dewi dari kelas 9A dan juara ketiga disabet Roy Ahmad dari kelas 8B. Untuk cabang baca puisi Islami, Putri Wahyuni dari kelas 8B keluar sebagai juara pertama, disusul Dista dan Tasminah dari kelas 7A di urutan kedua dan ketiga.
Kepala MTsN 15 Majalengka, Luthfiq Kholidi, menegaskan bahwa perayaan ini sengaja dirancang agar memberi dampak substantif pada pembentukan mentalitas siswa, bukan sekadar rutinitas tahunan.
“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kami berharap siswa tidak hanya mengenal Rasulullah SAW, tetapi juga mampu meneladani akhlak beliau dalam belajar, disiplin, bergaul, serta menjalankan tanggung jawab sebagai pelajar. Semangat tersebut sangat relevan dengan upaya kita membentuk Pelajar Pancasila yang siap menyongsong Indonesia Emas,” tegas Luthfiq.
Senada dengan hal itu, Pembina Keagamaan MTsN 15 Majalengka, Suwarno, menekankan pentingnya mengejawantahkan pesan spiritual ke dalam perilaku keseharian siswa di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Keteladanan beliau harus diwujudkan dalam sikap nyata, terutama melalui kedisiplinan, semangat belajar, akhlak yang baik, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Suwarno.
Bagi para peserta didik, rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman berharga. Nizam, siswa kelas 8A yang turut berkompetisi, menuturkan kesannya selama acara berlangsung.
“Kegiatan Maulid Nabi tahun ini sangat menyenangkan. Selain mendapatkan ilmu dan hikmah dari tausiyah, kami juga bisa menunjukkan kreativitas melalui lomba dan belajar bekerja sama dengan teman-teman,” kata Nizam.
Kehangatan acara berlanjut seusai seluruh perlombaan rampung. Para siswa berkumpul untuk saling bertukar dan berbagi bekal makanan yang mereka bawa dari rumah. Momen sederhana ini menjadi wadah perekat kebersamaan dan rasa kekeluargaan antar-sesama warga madrasah.
Keterbatasan ruang fisik pada akhirnya tak membatasi ruang tumbuh bagi karakter siswa MTsN 15 Majalengka. Dari selasar dan teras madrasah, nilai-nilai kedisiplinan, kreativitas, dan persaudaraan disemaikan sebagai bekal mencetak generasi penerus bangsa.
editor: D.Win


Komentar