Berita Daerah MAN

Terapkan Problem Based Learning, Pembelajaran Kimia MAN 1 Majalengka Berlangsung Aktif dan Kontekstual

Talaga (KEMENAG) — Siswa-siswi Kelas XII-1 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majalengka mengikuti kegiatan pembelajaran Kimia dengan pendekatan yang aktif, inovatif, dan kontekstual melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL), Kamis (13/08/2026).

Pembelajaran yang diselenggarakan di ruang kelas XII-1 MAN 1 Majalengka tersebut dibimbing langsung oleh guru mata pelajaran Kimia, Ira Irawati, S.Pd. Pada kesempatan kali ini, materi yang diangkat adalah sifat koligatif larutan elektrolit, sebuah topik saintifik yang erat kaitannya dengan fenomena alam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan metode PBL memberikan kesempatan luas bagi para peserta didik untuk tidak sekadar memahami konsep saintifik secara teoritis dan berbasis hafalan. Lebih dari itu, siswa didorong aktif mengaitkan konsep Kimia dengan berbagai persoalan nyata yang dijumpai di lingkungan sekitar, serta merumuskan solusi berbasis prinsip ilmiah yang telah dipelajari.

Dalam jalannya proses pembelajaran, siswa terlihat sangat antusias dan terlibat aktif dalam diskusi kelompok. Mereka bekerjasama mengidentifikasi akar masalah, mengumpulkan data informasi pendukung, menganalisis fenomena kimia, hingga menyusun serta mempresentasikan hasil pemecahan masalah di depan kelas. Pembelajaran berlangsung secara terstruktur mengikuti lima tahapan utama model PBL menurut Barrows, yaitu:

1.      Orientasi pada masalah: Guru menyajikan permasalahan nyata terkait sifat koligatif larutan elektrolit.

Lestarikan Budaya dan Nilai Sejarah, Warga Desa Gunung Kuning Gelar Ziarah Makam Raden Mas Lumpi

2.      Organisasi belajar: Siswa dibagi ke dalam kelompok kerja untuk merancang langkah penyelesaian.

3.      Penyelidikan: Siswa mengumpulkan data, berdiskusi, dan menganalisis konsep kimia.

4.      Penyajian hasil: Setiap kelompok mempresentasikan solusi dan menerima tanggapan dari kelompok lain.

5.      Evaluasi: Guru dan siswa melakukan refleksi untuk memperkuat pemahaman konsep.

Guru Kimia MAN 1 Majalengka, Ira Irawati, S.Pd., menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran agar berpusat pada peserta didik.

MTsN 10 Majalengka Kirim Tujuh Siswa Ikuti OMI 2026

“Melalui model Problem Based Learning, kami menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam pembelajaran. Kegiatan belajar tidak lagi berorientasi sebatas pencapaian pengetahuan teoritis, tetapi difokuskan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, memecahkan masalah, kolaborasi, dan komunikasi,” ujar Ira.

Respons positif turut disampaikan oleh salah seorang siswi kelas XII-1, Fidela. Ia mengungkapkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah ini membuat mata pelajaran Kimia terasa lebih seru, interaktif, dan mudah dipahami.

“Pembelajaran metode PBL ini sangat menyenangkan karena kami tidak hanya menghafal rumus secara kaku. Kami tertantang untuk berdiskusi, memecahkan masalah bersama teman-teman, dan memahami bagaimana konsep Kimia ternyata sangat dekat dan bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Fidela.

Inovasi pembelajaran ini disambut positif sebagai bentuk nyata komitmen MAN 1 Majalengka dalam menghadirkan tata kelola pendidikan madrasah yang modern dan relevan dengan tantangan zaman. Melalui strategi student-centered learning, materi pelajaran yang terkesan rumit dapat diserap oleh peserta didik secara lebih mendalam dan bermakna.

Sebagai tindak lanjut, model pembelajaran berbasis masalah ini akan terus dikembangkan dan diintegrasikan pada sub-materi kimia lainnya serta mata pelajaran sains di MAN 1 Majalengka guna memperkuat implementasi kurikulum berbasis kompetensi dan karakter. Melalui penerapan Problem Based Learning ini, diharapkan siswa-siswi MAN 1 Majalengka semakin terampil memahami konsep Kimia serta memiliki kompetensi praktis yang siap diterapkan dalam menghadapi beragam tantangan di kehidupan nyata.

Keputrian MTsN 7 Majalengka Jadi Ruang Tumbuh Siswi Bekal Ibadah, Karakter, dan Kesehatan Mental

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *