Berita Daerah MAN

Terapkan Pendekatan Restoratif, Guru Sosiologi dan BK MAN 1 Majalengka Bina Kedisiplinan Siswa

Talaga (KEMENAG) — Guna membentuk karakter berakhlak mulia serta menegakkan etika belajar, pendidik MAN 1 Majalengka menerapkan pendekatan disiplin restoratif (restorative practice). Sinergi pembinaan antara guru mata pelajaran dan Guru Bimbingan Konseling (BK) tersebut berlangsung di Ruang Guru MAN 1 Majalengka, Selasa (11/8/2026).

Rangkaian peristiwa bermula saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Sosiologi di kelas XII-9, ketika pembahasan soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) berlangsung. Guru pengampu mendapati sejumlah siswa terdistraksi gawai dan tujuh siswa tertidur. Mengingat pentingnya norma menghargai proses belajar, Guru Sosiologi, Tantri Rahmawati Ningrum, S.Pd., mengambil langkah tegas dengan menghentikan KBM sejenak guna memberikan jeda introspeksi diri bagi peserta didik.

Merespons kondisi tersebut, Guru BK, Kiki Rizki Amalia, S.Sos., segera memfasilitasi proses mediasi dan komunikasi restoratif bagi para siswa terkait. Usai menerima konseling pemahaman etika, ketujuh siswa didampingi Guru BK menemui guru pengampu untuk menyampaikan permohonan maaf serta komitmen perbaikan sikap. Sebagai tindak lanjut penanganan akademik, siswa diberikan tugas produktif menyelesaikan 40 soal latihan TKA untuk dimantapkan pada pertemuan berikutnya.

Guru Sosiologi MAN 1 Majalengka, Tantri Rahmawati Ningrum, S.Pd., menyampaikan pentingnya kesadaran siswa dalam menghargai proses pembelajaran di ruang kelas.

“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk sanksi edukatif agar para siswa belajar menghargai keberadaan guru yang sedang mengajar dan menghormati hak teman-temannya yang ingin belajar dengan kondusif. Kami berharap peristiwa ini menjadi catatan penting bagi siswa untuk membenahi manajemen waktu, pola tidur, dan kedisiplinan diri tanpa perlu terus-menerus diawasi,” ujar Tantri.

Perkuat Pemahaman Aset Negara, Staf TU MTsN 11 Majalengka Ikuti BISIKAN

Sementara itu, Guru BK MAN 1 Majalengka, Kiki Rizki Amalia, S.Sos., menekankan bahwa penegakan disiplin sekolah harus berorientasi pada pemulihan hubungan dan pembenahan karakter.

“Pendekatan restoratif ini bertujuan agar siswa tidak sekadar menerima hukuman, tetapi mampu menyadari kekeliruannya, memperbaiki hubungan dengan guru, dan bertanggung jawab atas tugas akademiknya. Sinergi ini memastikan pembinaan berjalan secara humanis dan mendidik,” tutur Kiki.

Sebagai tindak lanjut, pihak madrasah melalui jajaran guru dan tim BK akan terus memantau grafik kedisiplinan serta manajemen waktu belajar siswa kelas XII guna memantapkan kesiapan mereka menghadapi ujian kelulusan.

Semoga penerapan disiplin restoratif ini dapat membentuk kepribadian siswa yang santun, disiplin, dan bertanggung jawab, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu serta suasana pembelajaran di lingkungan MAN 1 Kabupaten Majalengka.

Kontributor: Wawan Abdul Gani

Tingkatkan Kepedulian Sosial Siswa, MTsN 5 Majalengka Gelar Ceramah Keagamaan dan Shalat Duha Bersama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *