Jatitujuh (Kemenag) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Majalengka terus menguatkan budaya madrasah yang religius melalui kegiatan Pembiasaan Pagi yang dilaksanakan setiap hari mulai pukul 06.30 hingga 07.10 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta untuk membentuk karakter siswa yang beriman, berakhlak mulia, disiplin, dan berprestasi.
Rangkaian pembiasaan pagi diawali dengan zikir bersama, dilanjutkan dengan pembacaan surat-surat pilihan dalam Al-Qur’an, kemudian salat Dhuha berjamaah, dan diakhiri dengan doa bersama sebelum seluruh warga madrasah memulai kegiatan pembelajaran di kelas.
Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan tampak menyelimuti lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya dibiasakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga dilatih untuk membangun kedisiplinan, ketenangan hati, serta semangat belajar yang positif.
Kepala MTsN 7 Majalengka, Dedi Priatna, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa pembiasaan pagi merupakan salah satu program unggulan madrasah dalam membentuk karakter peserta didik secara utuh.
“Pembiasaan pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi dalam membangun karakter peserta didik yang religius, disiplin, dan berakhlakul karimah. Kami berharap setiap doa, zikir, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca setiap pagi mampu menumbuhkan ketenangan jiwa, semangat belajar, serta kecintaan kepada nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Inilah ikhtiar MTsN 7 Majalengka untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ungkap Dedi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026).
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Drs. Abd. Aziz Hidayat, menegaskan bahwa pembiasaan yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak positif terhadap sikap dan perilaku peserta didik.
“Melalui pembiasaan pagi, kami ingin membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, santun, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Ketika kegiatan religius menjadi budaya di madrasah, maka nilai-nilai kebaikan akan tumbuh secara alami dalam diri setiap peserta didik dan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka,” jelas Aziz.
Program Pembiasaan Pagi ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen MTsN 7 Majalengka dalam menciptakan lingkungan belajar yang religius, nyaman, dan inspiratif. Diharapkan budaya positif tersebut terus mengakar, sehingga mampu mencetak generasi madrasah yang unggul dalam prestasi, kuat dalam akhlak, serta siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.
Kontributor: Suratman
Editor: Dwi Winarti


Komentar