Talaga (KEMENAG) — Guna menanamkan jiwa kewirausahaan kreatif serta memperkuat rasa cinta tanah air, peserta didik MAN 1 Majalengka menampilkan karya busana karnaval berbasis daur ulang. Ajang pameran dan pawai karya dalam rangka Peringatan HUT ke-81 RI tersebut berlangsung meriah di wilayah Kecamatan Talaga, Selasa (18/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dari proses pembelajaran praktik mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) bagi seluruh jenjang kelas XII. Di bawah arahan guru pengampu, 33 siswa yang terbagi dalam perwakilan 11 kelas XII secara gotong royong merancang, merakit, hingga mengolah bahan-bahan ekonomis dan ramah lingkungan menjadi busana bernilai estetika tinggi. Puncak acara ditunjukkan saat 11 pasang perwakilan busana terbaik tampil memukau memperagakan kreasi bertema budaya, lingkungan, dan profesi di hadapan antusiasme warga masyarakat Kecamatan Talaga.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk menyemarakkan peringatan hari kemerdekaan, tetapi juga sebagai ruang uji kompetensi motorik dan wirausaha bagi peserta didik. Melalui simulasi perancangan hingga pemasaran ide karya busana, para siswa dilatih berpikir inovatif, bekerja sama dalam tim, serta mampu menghasilkan karya nyata yang bernilai ekonomi.
Guru Mata Pelajaran PKWU MAN 1 Majalengka, Nonoh Muawanah, S.Pd., menyampaikan pentingnya mengintegrasikan nilai wirausaha dengan kepedulian lingkungan dalam pembelajaran praktis.
“Melalui praktik pembuatan busana karnaval daur ulang ini, kami ingin menumbuhkan jiwa kreativitas dan kewirausahaan peserta didik. Anak-anak dibimbing mulai dari perencanaan desain, pemilihan bahan ekonomis, hingga teknik presentasi karya agar memiliki nilai jual. Ini bukti nyata bahwa pembelajaran PKWU mampu menghasilkan karya yang bermanfaat dan membanggakan,” ujar Nonoh.

Sementara itu, Shinta Aprillia, siswi kelas XII-2 yang bertindak sebagai salah satu peraga busana karnaval, mengungkapkan rasa bangga dan pengalamannya saat memeragakan hasil karya kelasnya.
“Saya sangat senang dan bangga mendapat kepercayaan untuk memperagakan busana kreasi hasil kerja keras bersama teman-teman kelas XII-2. Selain melatih kepercayaan diri saat pawai di depan masyarakat, kegiatan ini membuat kami makin paham cara mengolah bahan daur ulang menjadi karya seni yang indah dan bernilai,” tutur Shinta.
Sebagai tindak lanjut, jajaran pendidik PKWU dan Kesiswaan MAN 1 Majalengka mengagendakan pameran karya kewirausahaan siswa secara berkala guna mengoptimalkan potensi dan bakat ekonomi kreatif peserta didik.
Semoga melalui parade kreasi busana karnaval ini, semangat inovasi dan kewirausahaan siswa MAN 1 Majalengka dapat terus berkembang, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan reputasi serta mutu pembinaan kesiswaan di lingkungan MAN 1 Majalengka.
Kontributor: Wawan Abdul Gani


Komentar